- Ketua DPR RI Puan Maharani mendorong agar penetapan pejabat di lingkup Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diambil dari orang-orang profesional yang kompeten.
Hal ini menyusul ramainya perhatian publik mengenai pemilihan komisaris di salah satu anak usaha PT Pertamina (Persero).
Puan ditanya wartawan mengenai polemik penunjukan Ginka Febriyanti Ginting sebagai Komisaris PT Pertamina Retail (Pertare).
Perusahaan tersebut merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di sektor ritel energi.
"Terkait dengan penetapan-penetapan komisaris, tentu saja kami DPR mendorong untuk bisa nantinya ditetapkan orang-orang yang profesional dan kompeten ke depannya," kata Puan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Penunjukan Ginka menarik perhatian karena usianya masih 28 tahun dan pernah dituding menjadi koordinator demo bayaran.
Selain itu, banyak masyarakat di media sosial menyoroti latar belakang pendidikan dan pengalaman organisasi Ginka yang kurang sejalan dengan bidang kerjanya di Pertare.
Ginka disebut meraih gelar Sarjana Akuntansi dari Universitas Esa Unggul pada 2019.
Pendidikannya berlanjut hingga memperoleh gelar Magister Manajemen pada 2023 dari kampus yang sama.
Hal lain yang menjadi sorotan yakni rekam jejak Ginka sebagai pemimpin BISON, organisasi relawan tim sukses kampanye Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.
Selain Ginka, nama Mufli Budi Ananda juga ramai diperbincangkan publik.
Ia merupakan asisten pribadi Raffi Ahmad yang kini menjadi Anggota Dewan Komisaris di PT Krakatau Posco.
Sebelum menduduki jabatan strategis ini, Mufli dikenal luas sebagai bagian dari tim pengawal dan asisten yang mendampingi segala aktivitas Raffi Ahmad.
Program: Tribunnews Update
Host: Agung Tri Laksono
Editor Video: dharma aji yudhaningrat
Uploader: bagus gema praditiya sukirman
Reporter: Tribunnews / Chaerul Umam