Nikmati Teh dan Kopi dengan SKM tanpa Rasa Khawatir, Asalkan Ingat Hal-hal Ini
GH News July 03, 2026 09:08 PM
Jakarta -

Secangkir teh atau kopi dengan tambahan Susu Kental Manis (SKM) sudah lama menjadi bagian dari keseharian banyak keluarga di Indonesia. Rasa manis dan gurih yang khas membuat SKM sering dipilih sebagai pelengkap minuman, baik untuk menemani sarapan, waktu bersantai, maupun saat bekerja.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap konsumsi gula, kopi dan teh dengan SKM tetap dapat dinikmati tanpa khawatir, asalkan paham batas rekomendasi takarannya. Sejalan dengan pendekatan edukasi yang diusung melalui pelabelan Nutri Level, produk dengan kandungan gula yang lebih tinggi tidak dilarang untuk dikonsumsi. Yang ditekankan adalah pentingnya memperhatikan jumlah dan frekuensi konsumsi gula.

Hal yang perlu diperhatikan justru kebiasaan menambahkan gula pasir ke dalam kopi atau teh yang sudah menggunakan SKM. Sebab, rasa manis pada minuman tersebut sebenarnya sudah berasal dari SKM. Ketika gula kembali ditambahkan, total asupan gula dalam satu gelas minuman akan menjadi lebih tinggi.

Karena itu, ketika menyeduh kopi atau teh dengan SKM, langkah sederhana untuk mengonsumsi minuman manis dengan lebih bijak adalah tidak menambahkan gula lagi.

Pakai SKM, Kreasi Minuman Jadi Lebih

Setelah memahami bahwa kopi atau teh dengan Susu Kental Manis (SKM) sebaiknya tidak lagi ditambah gula pasir, hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah jumlah SKM yang digunakan dalam setiap sajian.

SKM mengandung gula sebagai salah satu komponen untuk memastikan produk awet dan aman untuk dikonsumsi bila disimpan dalam jangka waktu lama. Namun, konsumen perlu untuk tetap memperhatikan jumlah takaran yang ditambahkan ke dalam kopi atau teh. Cara paling mudah adalah melihat label informasi nilai gizi pada kemasan untuk mengetahui berapa kandungan gula dalam setiap takaran saji.

Sebagai gambaran, kandungan gula pada SKM umumnya berkisar sekitar 14 hingga 16 gr per takaran saji 30 gram, meski jumlahnya dapat berbeda antar produk. Karena itu, penggunaan SKM secara berlebihan tetap dapat meningkatkan asupan gula harian.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menganjurkan konsumsi gula tidak lebih dari 50 gram per hari atau setara sekitar empat sendok makan. Angka ini mencakup seluruh sumber gula yang dikonsumsi sepanjang hari, baik dari minuman maupun makanan lainnya. Dengan memahami informasi gizi pada kemasan, penambahan SKM ke dalam kopi atau teh dapat disesuaikan agar tetap menjadi bagian dari pola konsumsi yang seimbang.

Menariknya, SKM tidak hanya memberikan rasa manis, tetapi juga mengandung zat gizi yang berasal dari susu, seperti protein, kalsium, fosfor, serta sejumlah vitamin dan mineral yang jumlahnya bervariasi tergantung formulasi masing-masing produk.

Tentu saja, SKM bukan dimaksudkan sebagai sumber utama untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. Namun dibandingkan gula pasir yang pada dasarnya hanya menyumbang rasa manis dan energi, penggunaan SKM dalam kopi atau teh memberikan nilai tambah berupa kandungan zat gizi yang berasal dari susu.

Karena itu, ketika ingin menikmati secangkir kopi atau teh yang manis, menggunakan SKM sesuai takaran dan tanpa tambahan gula pasir dapat menjadi pilihan yang lebih bijak. Selain membantu mengendalikan asupan gula, minuman juga memperoleh tambahan cita rasa yang nikmat dan .

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.