Ikut Ibu Cari Kayu Bakar, Bocah 3 Tahun Terseret Ombak di Muara Simatalu Mentawai
Rezi Azwar July 03, 2026 09:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Seorang bocah berusia 3 tahun dilaporkan terseret ombak di Muara Simatalu, Desa Simatalu, Kecamatan Siberut Barat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, mengatakan bahwa korban bernama Anjel.

Ia mengatakan, korban hanyut pada hari Minggu, 1 Juli 2026.

"Lokasi korban tenggelam, yaitu Muara Simatalu merupakan wilayah yang terkenal dengan keindahan alam pesisir pantainya serta menjadi pintu masuk yang diapit oleh formasi batu dinding," ujar Benteng Hilton, Jumat (3/7/2026).

Pihaknya menerima informasi dari masyarakat bahwa kawasan Muara Simatalu atau tepatnya di pintu muara area perairannya dikenal dengan memiliki ombak yang besar dan ekstrem.

Baca juga: Penuhi Kuota, Solok Selatan Kirim 4 Perwakilan Paskibraka ke Tingkat Provinsi

Kronologi Kejadian

Sebelum korban dilaporkan hanyut terseret ombak, korban sedang bersama orang tuanya dan meminta izin untuk bermain di tepi muara.

"Seorang ibu bersama anaknya mencari kayu bakar di sekitar Muara Simatalu. Kemudian anaknya meminta izin untuk mandi di tepi muara," katanya.

Namun, berselang beberapa menit, ibu korban menyadari bahwa anaknya telah hilang dari pandangannya dan tidak ditemukan lagi.

Pihak keluarga bersama masyarakat setempat telah berusaha melakukan pencarian secara mandiri.

Namun, pencariannya tetap nihil. Kemudian, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Basarnas Mentawai pada Kamis, 2 Juli 2026, sekitar pukul 14.00 WIB.

Baca juga: Soal Vendor Seragam Gratis dari Luar Daerah Diprotes, Kadisdik Padang: Semua Lewat Sistem E-Catalog

Operasi Pencarian Korban

Merespons laporan, Kantor SAR Mentawai langsung memberangkatkan Tim Rescue menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 menuju lokasi kejadian yang berjarak 61 NM dari Dermaga Tuapejat.

Kendati demikian, tantangan berat dihadapi tim akibat hantaman gelombang laut setinggi 2,5 hingga 3 meter, sehingga memaksa RIB 02 berlindung dan bersandar di Dermaga Pei-Pei.

Benteng Hilton menjelaskan bahwa pencarian pada hari ini hasilnya masih nihil dan akan dilanjutkan besok pada Minggu.

"Hari ini operasi SAR kami maksimalkan dengan memetakan area pencarian hingga seluas 49 NM⊃2; menggunakan RIB 02, dengan fokus utama pada luasan 14 NM di sekitar koordinat LKP," katanya.

Selain pergerakan di laut, pihaknya dibantu oleh masyarakat Simatalu dengan menyisir area darat sepanjang pinggiran muara dan garis Pantai Desa Simatalu.

Dalam operasi SAR ini Basarnas Mentawai mengerahkan RIB 02, dan Drone Termal serta didukung peralatan  komunikasi satelit seperti PLB, EPIRB, HP Satelit dan Starlink Portable.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.