Rekam Jejak Evita Manthovani yang Baru Dilantik Menkeu Purbaya Jadi Dirjen Kekayaan Negara
Putra Dewangga Candra Seta July 03, 2026 09:32 PM

 

SURYA.co.id – Rekam jejak Evita Manthovani menjadi sorotan setelah resmi dilantik sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara (Dirjen KN) Kementerian Keuangan.

Perempuan yang telah puluhan tahun berkarier sebagai aparatur sipil negara itu dipercaya mengemban salah satu posisi paling strategis dalam pengelolaan aset negara.

Pelantikan Evita Manthovani dilakukan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Rabu (1/7/2026), bersamaan dengan dua pejabat pimpinan tinggi madya lainnya di lingkungan Kementerian Keuangan.

Penunjukan tersebut sekaligus menandai pergantian kepemimpinan di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), setelah pejabat sebelumnya, Rionald Silaban, memasuki masa pensiun.

Dalam sambutannya, Purbaya menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar pergantian pejabat, melainkan amanah besar dari negara, rakyat, dan Presiden.

"Hari ini saya melantik tiga pejabat pimpinan tinggi madya pada posisi yang sangat strategis, yaitu Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan, dan Direktur Jenderal Anggaran," kata Purbaya, dikutip SURYA.co.id dari Tribunnews.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi para direktur jenderal saat ini semakin kompleks seiring perubahan ekonomi global yang berlangsung cepat serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

Ia meminta seluruh jajaran Kementerian Keuangan mampu menjaga stabilitas, membaca risiko secara cermat, dan berani mengambil keputusan strategis.

DIPANGKAS - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menyatakan setuju kalau anggaran MBG dipangkas lagi.
DIPANGKAS - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menyatakan setuju kalau anggaran MBG dipangkas lagi. (tribunnews)

Purbaya juga mengingatkan pentingnya pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara hati-hati agar setiap rupiah uang negara benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Setiap rupiah uang negara harus benar-benar memberi manfaat bagi rakyat, mendukung program prioritas presiden, dan menjaga kepercayaan publik kepada pemerintah. Kita tidak boleh bekerja hanya dengan logika administrasi. Kita harus bekerja dengan rasa tanggung jawab, kepekaan, dan keberpihakan kepada rakyat," tuturnya.

Ia juga menekankan pentingnya integritas bagi para pejabat yang baru dilantik.

"Jabatan yang saudara emban adalah kepercayaan yang sangat besar. Di balik setiap keputusan yang saudara ambil, ada dampak terhadap anggaran negara, aset negara, stabilitas ekonomi, dunia usaha, dan kehidupan masyarakat," tegas Purbaya.

Baca juga: Alasan Menkeu Purbaya Setujui Anggaran MBG Dipangkas Lagi, Mitra di Jatim Sudah Cemas

Rekam Jejak Evita Manthovani, Dirjen Kekayaan Negara Baru

Evita Manthovani lahir di Jakarta pada 6 Juni 1971. Ia memiliki latar belakang pendidikan yang kuat di bidang keuangan dan manajemen.

Perjalanan akademiknya dimulai dari Program Diploma Keuangan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) yang diselesaikan pada 1993. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan Sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 1998.

Komitmennya dalam memperdalam kompetensi berlanjut dengan menyelesaikan program Magister Ilmu Manajemen (Keuangan) di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 2004.

Selain pendidikan formal, Evita juga mengikuti berbagai pelatihan teknis dan kepemimpinan, seperti Pengawasan Keuangan Negara, Custom Valuations, Post-Clearance Audit Technique (JICA), Assessor Technical Competency for Custom Auditor, Pelatihan Kuasa Pengguna Anggaran, hingga Pelatihan Kepemimpinan Nasional.

Karier Panjang di Pemerintahan

Sebelum dipercaya menjadi Dirjen Kekayaan Negara, Evita Manthovani menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Pengembangan Produktivitas dan Daya Saing Ekonomi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sejak Juli 2025.

Karier birokrasinya menunjukkan pengalaman yang luas di bidang perencanaan, keuangan, logistik, hingga kepabeanan.

Beberapa jabatan strategis yang pernah diemban antara lain:

  • Staf Ahli Bidang Pengembangan Produktivitas dan Daya Saing Ekonomi (2025–2026)
  • Kepala Biro Manajemen Kinerja dan Kerja Sama (2024–2025)
  • Kepala Biro Perencanaan (2023–2024)
  • Pelaksana Tugas Kepala Biro Umum (2023–2024)
  • Asisten Deputi Penguatan Pasar Dalam Negeri (2020–2023)
  • Pelaksana Tugas Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional (2022)
  • Kepala Bagian Keuangan Kemenko Perekonomian (2019–2020)
  • Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kantor Wilayah Bea dan Cukai Maluku, Kementerian Keuangan (2017–2019)

Pengalaman lintas bidang tersebut menjadi modal penting dalam memimpin Direktorat Jenderal Kekayaan Negara yang memiliki tanggung jawab mengelola aset negara bernilai triliunan rupiah.

Deretan Penghargaan yang Pernah Diraih

Selama lebih dari tiga dekade mengabdi sebagai aparatur sipil negara, Evita Manthovani memperoleh sejumlah penghargaan dari pemerintah.

Penghargaan tersebut meliputi:

  • Satyalancana Karya Satya X Tahun (2010)
  • Satyalancana Karya Satya XX Tahun (2018)
  • Satyalancana Karya Satya XXX Tahun (2023)

Tak hanya penghargaan individu, di bawah kepemimpinannya Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian juga berhasil memperoleh Predikat Unggul dalam pengukuran Indeks Kualitas Kebijakan tahun 2023.

Selain itu, instansi tersebut meraih Anugerah Revolusi Mental pada 2023 dan kembali mempertahankan penghargaan tersebut pada 2024.

Tantangan Baru sebagai Dirjen Kekayaan Negara

Sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Evita Manthovani kini bertanggung jawab mengawasi pengelolaan aset negara, piutang negara, penilaian aset, hingga berbagai kebijakan optimalisasi Barang Milik Negara (BMN).

Posisi ini dinilai strategis karena berkaitan langsung dengan efisiensi pengelolaan kekayaan negara sekaligus berkontribusi terhadap penerimaan dan stabilitas fiskal nasional.

Pengalaman panjangnya di bidang keuangan negara, kepabeanan, perencanaan, serta manajemen birokrasi menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan tersebut.

Penunjukan Evita Manthovani menunjukkan kecenderungan pemerintah menempatkan pejabat yang memiliki pengalaman lintas sektor dalam posisi strategis. Rekam jejaknya tidak hanya didominasi bidang keuangan, tetapi juga mencakup perencanaan pembangunan, logistik nasional, penguatan pasar dalam negeri, serta manajemen organisasi.

Kombinasi pengalaman tersebut menjadi nilai tambah mengingat Direktorat Jenderal Kekayaan Negara kini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari optimalisasi aset negara, peningkatan tata kelola Barang Milik Negara, hingga mendukung pembiayaan pembangunan tanpa mengabaikan prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Keberhasilan Evita nantinya akan sangat bergantung pada kemampuannya menjaga keseimbangan antara efisiensi pengelolaan aset negara dan peningkatan nilai ekonomi aset pemerintah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.