Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menyalurkan bantuan sosial (bansos) senilai Rp 153,6 juta kepada 46 warga yang membutuhkan.
Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang sedang menjalani pengobatan serta masyarakat yang terdampak bencana, seperti kebakaran, banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk membantu meringankan beban masyarakat.
"Untuk bantuan bencana nominalnya bervariasi. Ada yang Rp 1 juta, Rp 2 juta, bahkan ada yang lebih dari Rp 10 juta. Harapan kita, dengan bantuan dari Pemkot Bandar Lampung ini insyaallah dapat meringankan beban masyarakat," kata Eva Dwiana.
Selain bantuan bagi korban bencana, Pemkot Bandar Lampung juga menyalurkan bantuan transportasi pengobatan.
Warga yang menjalani perawatan di dalam kota menerima bantuan sebesar Rp 10 juta, sedangkan warga yang harus berobat ke luar daerah mendapatkan bantuan Rp 20 juta.
Secara keseluruhan, terdapat 46 penerima bantuan yang tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Kedamaian sebanyak tujuh penerima, Bumi Waras 16 penerima, Kemiling satu penerima, Enggal satu penerima, Telukbetung Kota tiga penerima, Telukbetung Timur satu penerima, Langkapura satu penerima, Way Halim 11 penerima, Telukbetung Selatan tiga penerima, dan Tanjungkarang Timur dua penerima.
Sementara itu, bantuan sosial kebencanaan disalurkan kepada warga yang terdampak berbagai musibah yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari kebakaran rumah, banjir, tanah longsor hingga angin puting beliung.
Menanggapi adanya jeda waktu antara terjadinya musibah dengan penyaluran bantuan, Eva Dwiana mengatakan proses pencairan harus melalui tahapan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.
"Kalau pemerintah, bantuan itu kan melalui proses. Kita mengikuti aturan dan undang-undang. Kita ingin memberikan kepada masyarakat dengan aman secara administrasi, insyaallah," jelasnya.
Salah satu penerima bantuan pengobatan adalah Ika Kartika, ibu dari balita yang mengidap atresia ani, yaitu kelainan bawaan sejak lahir yang menyebabkan bayi tidak memiliki lubang anus.
Ika menerima bantuan sebesar Rp 10 juta untuk membantu biaya pengobatan anaknya di Bandar Lampung. Selain itu, Eva Dwiana juga menyerahkan bantuan berupa kereta dorong bayi atau stroller.
"Alhamdulillah, senang sekali dibantu. Harapannya Bunda Eva sukses terus ke depannya supaya bisa membantu lebih banyak warga lagi," ujar Ika.
( Tribunlampung.co.id / Dominius Desmantri Barus )