Berawal Suka Membaca, Arif Subandi Warga Banjarmasin Kini Bikin Buku
M.Risman Noor July 03, 2026 11:52 PM

Itulah yang menjadi hobi pria satu ini. Urusan menulis buku, sudah ada beberapa judul baik antologi maupun solo.

Ya, di tengah aktivitas sebagai penyiar radio, Arif Subandi merilis buku solo keduanya yang berjudul Harusnya Kita Bicara pada Januari 2026. 

Buku tersebut menjadi karya terbarunya setelah sebelumnya berhasil menerbitkan tujuh buku antologi bersama dan satu buku solo.

 “Harusnya Kita Bicara menghadirkan kumpulan puisi yang mengangkat beragam tema, mulai dari asmara, religi, keluarga hingga kritik sosial,” jelas pria kelahiran Kendari, 30 Juli 1993 ini.

Baca juga: Cek Fakta Asli Rekaman Viral  Pria Bersenjata Tajam Aniaya Warga di Jambu Hulu HSS Kalsel

Baca juga: Sebanyak 57 ASN Ikut Seleksi JPT Pemko Banjarmasin, Jabatan Kadisperdagin Paling Diminati

Melalui diksi yang sederhana namun penuh makna, buku ini mengajak pembaca menikmati puisi yang dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari sekaligus menjadi ruang perenungan.

“Kehadiran buku Harusnya Kita Bicara menjadi bukti konsistensi dalam memperkaya khazanah sastra Indonesia melalui karya-karya puisi yang lahir dari pengalaman dan refleksi kehidupan,” jelas Arif.

Mengenai minat membaca, Arif mengilas balik, bahwa ia kenal dunia baca sejak duduk di bangku sekolah dasar. Saat itu keluarga dan guru menjadi sosok pertama yang menumbuhkan kebiasaan membaca.

Buku yang berkesan baginya antara lain Laskar Pelangi. Buku ini mengajarkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi, pendidikan dan ketekunan mampu mengubah masa depan.

Selain itu buku yang juga berkesan adalah Leaders Eat Last. Buku ini mengajarkan pemimpin sejati lebih mengutamakan melayani dan melindungi tim daripada sekadar memimpin.

Bagi Arif, hobi membaca dan menulis memberi manfaat dalam memperluas cara berpikir, memperkaya kosakata, dan menjadi bekal utama dalam menulis serta mengambil keputusan.

“Sastra, sejarah, dan pengembangan diri. Ketiganya membantu saya memahami kehidupan, serta memberi perspektif yang lebih luas,” jelasnya.

Pastinya, kata Arif, membaca menambah wawasan sehingga ia bisa lebih siap berdiskusi, menyampaikan pendapat, dan menghadapi berbagai situasi dengan tenang. (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.