- Rusia melancarkan serangan besar-besaran ke Kyiv menggunakan drone dan rudal selama 11 jam hingga Kamis (2/7/2026) pagi, menewaskan sedikitnya 20 warga sipil dan melukai puluhan lainnya.
Moskow menyatakan serangan itu merupakan balasan atas serangan Ukraina terhadap fasilitas minyak Rusia.
Dilansir Associated Press, ledakan keras mengguncang ibu kota Ukraina sepanjang malam. Banyak warga berlindung di stasiun kereta bawah tanah setelah otoritas mengeluarkan peringatan serangan udara. Saat fajar menyingsing, tim penyelamat masih mencari korban di antara reruntuhan apartemen yang roboh dan hangus terbakar.
Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan serangan mematikan tersebut merupakan respons atas serangan jarak jauh Ukraina yang disebut telah menyebabkan kekurangan bahan bakar parah dan meningkatkan tekanan terhadap Presiden Vladimir Putin.
Serangan Ukraina yang semakin sering dan berskala besar—yang oleh Presiden Volodymyr Zelenskyy disebut sebagai "serangan kilat selama 40 hari"—terutama menyasar kilang minyak Rusia.
Serangan-serangan itu memicu krisis bahan bakar yang membuat banyak warga Rusia frustrasi, lebih dari empat tahun setelah invasi penuh Moskow ke Ukraina dimulai.
Pejabat Ukraina mengatakan tujuan mereka adalah memaksa Putin kembali ke meja perundingan, namun sejauh ini Rusia justru membalas dengan serangan yang lebih intens.