Pangkas Ketertinggalan di Maybrat, Kepala Distrik Aifat Timur Jauh Tagih Realisasi Nyata Pemerintah
Intan July 04, 2026 08:30 AM

TRIBUNSORONG.COM, SORONG - Kepala Distrik Aifat Timur Jauh, Bernadus Aikingging, mendorong pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar memberikan perhatian yang lebih serius terhadap percepatan pembangunan di wilayah Aifat Timur Raya, Kabupaten Maybrat.

Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti Forum SHEK Misi Papua Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) bertema Sinkronisasi dan Evaluasi Dinamika Sosial Kemasyarakatan serta Stabilitas Keamanan di Kabupaten Maybrat yang diselenggarakan Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Papua Barat Daya di Kota Sorong, Jumat (3/7/2026).

Dalam forum tersebut, Bernadus menegaskan bahwa masyarakat Aifat Timur masih menghadapi berbagai persoalan mendasar, mulai dari keterbatasan infrastruktur, akses pelayanan publik, hingga lambannya pemerataan pembangunan.

Menurutnya, aspirasi terbesar masyarakat saat ini adalah percepatan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Aifat Timur sebagai solusi untuk mendekatkan pelayanan pemerintahan dan mempercepat pembangunan.

Baca juga: BP3OKP Tekankan Pendekatan Kesejahteraan untuk Selesaikan Konflik di Maybrat

"Aspirasi terbesar masyarakat di Aifat Timur adalah kehadiran Daerah Otonomi Baru (DOB). Kami meyakini DOB dapat menjadi solusi untuk menjawab berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat, mulai dari pelayanan pemerintahan, pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan hingga peningkatan kesejahteraan," ujar Bernadus.

Ia menilai, selama rentang kendali pemerintahan masih terlalu luas, berbagai program pembangunan akan sulit menjangkau masyarakat di wilayah pedalaman secara maksimal.

"Kalau pelayanan pemerintahan lebih dekat kepada masyarakat, maka pembangunan juga akan berjalan lebih cepat. Karena itu kami berharap pemerintah dapat mempertimbangkan aspirasi masyarakat terkait pembentukan DOB," katanya.

Bernadus juga mengungkapkan bahwa hingga kini sejumlah wilayah di Aifat Timur masih mengalami keterbatasan akses jalan, listrik, dan fasilitas pemerintahan yang memadai.

"Masih banyak kebutuhan dasar masyarakat yang belum terpenuhi. Infrastruktur jalan, listrik, kantor pemerintahan, hingga pelayanan kesehatan masih membutuhkan perhatian serius agar masyarakat bisa merasakan kehadiran negara secara nyata," ujarnya.

Ia berharap forum yang mempertemukan pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan tersebut tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi menghasilkan langkah konkret yang dapat segera diwujudkan.

Baca juga: Petani Maybrat Belajar Biosaka, Inovasi Alami untuk Tingkatkan Produktivitas Pertanian

"Harapan kami, seluruh aspirasi yang disampaikan dalam forum ini benar-benar ditindaklanjuti. Masyarakat sudah terlalu lama menunggu perubahan. Yang dibutuhkan sekarang bukan hanya pembahasan, tetapi realisasi pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat," ucap Bernadus.

Forum SHEK Misi Papua Polhukam yang digelar BP3OKP Papua Barat Daya tersebut menjadi ruang dialog bagi berbagai elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus merumuskan langkah bersama dalam memperkuat stabilitas keamanan, mempercepat pembangunan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Maybrat, khususnya wilayah Aifat Timur Raya. (tribunsorong.com/taufik nuhuyanan)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.