Jokowi Bakal Lanjut Safari Politik ke NTT, PDIP: Sebaiknya Bawa Ijazah
GH News July 04, 2026 10:08 AM
Jakarta -

Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) akan lanjut menyambangi Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah Lampung. Ketua DPP PDIP yang juga anggota DPR dapil NTT 1 Andreas Hugo Pareira berpesan agar Jokowi membawa ijazhnya saat berkunjung.

"Sebaiknya kalau ke sana (NTT) bawa dengan ijazahnya, sehingga kalau ditanya, tunjukkan ke masyarakat," kata Andreas saat dihubungi, Sabtu (4/7/2026).

Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI ini mengatakan kasus ijazah Jokowi sudah berlangsung terlalu lama. Sehingga, kata dia, ijazah Jokowi bisa menjawab pertanyaan publik.

"Karena kasus beliau ini sudah sekian lama, menguras perhatian publik dan secara sosial juga menjadi pertanyaan publik," ucap dia.

Lebih lanjut, Andreas menyebut masyarakat NTT juga bertanya-tanya apakah ijazah Jokowi asli atau palsu. Karena itu, ia berharap Jokowi segera menyelesaikan kasus tersebut dengan hadir di pengadilan.

"Beliau ini ditunggu kehadirannya di PN untuk kasus ijazah. Janjinya mau hadir. Penuhi dulu lah janjinya, agar urusan segera selesai. Karena rakyat di daerah, termasuk di NTT juga bertanya apakah ijazah Jokowi ini benar asli atau palsu," ujar dia.

Seperti diketahui, setelah dari Lampung, Presiden RI ke-7 Jokowi akan melakukan safari politik ke Nusa Tenggara Timur (NTT). Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengungkap alasan NTT dipilih sebagai lokasi kedua safari politik Jokowi.

"Pak Jokowi cinta NTT, dari semasa menjabat, karya beliau banyak di NTT," ujar Ketua DPP PSI Bestari Barus lewat pesan singkat, Kamis (2/7).

Meski begitu, belum diketahui tanggal berapa Jokowi akan bertolak ke NTT. Namun Bestari memastikan lokasi kedua tujuan safari politik Jokowi adalah NTT.

"NTT dan (selanjutnya) Jabar (Jawa Barat)," kata Bestari.

Bestari mengungkap Jokowi akan memenuhi undangan masyarakat di NTT. Selain itu, Jokowi akan menyapa pengurus PSI di NTT.

"(Jokowi akan bertemu) Masyarakat tentunya, struktur PSI utamanya, relawan-relawan lokal juga, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat," ungkap Bestari.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.