Survei dari lembaga KedaiKOPI menemukan 74,4% orang tua murid merasa Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 termasuk mudah dipahami. Seperti apa rinciannya?
Sebagai informasi, pelaksanaan SPMB 2026 telah dimulai sejak Juni lalu. Sejumlah daerah bahkan masih membuka pendaftaran untuk tahap kedua. Untuk memotret pengalaman masyarakat selama pelaksanaan SPMB, Lembaga KedaiKOPI melakukan survei terhadap 585 orang tua atau wali murid yang mengikuti SPMB 2026. Pengumpulan data dilakukan secara daring menggunakan metode Computer Assisted Self Interview (CASI).
Head of Research Lembaga KedaiKOPI, Ashma Nur Afifah, menjelaskan persepsi kemudahan mengikuti SPMB lebih banyak dirasakan oleh responden dengan tingkat pendidikan menengah hingga perguruan tinggi.
Sebaliknya, orang tua dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah cenderung menghadapi kendala. Survei mencatat 42,1 persen responden pada kelompok tersebut mengaku proses pendaftaran SPMB masih terasa sulit.
Ashma juga mengungkap survei juga menelusuri faktor-faktor yang memengaruhi penilaian responden terhadap pelaksanaan SPMB. Bagi responden yang menganggap proses SPMB mudah, alasan yang paling banyak dikemukakan adalah alur pendaftaran yang dinilai sederhana dan mudah dipahami, dengan persentase 38,9 %.
Faktor berikutnya adalah informasi serta jadwal pendaftaran yang dinilai jelas dan mudah diakses melalui situs web, yang dipilih oleh 33,6 % responden.
"Ketiga proses pendaftaran secara online diapresiasi karena membuat prosesnya menjadi lebih mudah," ujar Ashma.
Berikut rincian alasan proses SPMB 2026 dinilai mudah dipahami:
Alur pendaftaran mudah dipahami (38,9%)
Informasi dan jadwal jelas (33,6%)
Pendaftaran online lebih mudah (30,8%)
Tidak perlu datang ke sekolah (19,1%)
Akses fleksibel dari rumah/HP (16,1%)
Persyaratan mudah dipenuhi (14,5%)
Status/hasil dapat dipantau (12,9%)
Proses lebih praktis dan cepat (12,9%)
Sudah paham alur sebelumnya (10,6%)
Ada sosialisasi dari sekolah/guru (9,7%)
Sistem terintegrasi dan lancar (6%)
Pemilihan sekolah mudah (5,3%)
Tidak tahu (1,8%)
Ada Informasi yang Sulit Dicari
Lebih lanjut, orang tua murid masih kesulitan menemukan beberapa informasi terkait SPMB 2026. Ashma menuturkan jika kesulitan ini berhubungan dengan hal-hal teknis.
"Sebanyak 33,7 merasa memahami berapa jumlah kuota itu membingungkan terutama kuota masing-masing jalur. Ada juga kurang dipahaminya itu bagaimana sekolah bisa dengan tepat mengukur jarak dari rumah ke sekolah," tuturnya.
Berikut rincian informasi yang sulit dicari pada SPMB 2026:
Kuota masing-masing jalur (33,7%)
Cara menghitung jarak rumah ke sekolah (33%)
Cara menentukan wilayah domisili (30,8%)
Cara mengajukan pengaduan/sanggah (28%)
Cara mendaftar melalui sistem online (19,7%)
Perbedaan jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi (16,8%)
Cara memantau hasil seleksi (14,5%)
Dokumen yang harus disiapkan (7,2%)
Cara memilih sekolah tujuan (4,8%)
Jadwal pendaftaran (3,9%)
Lainnya (Cara menghitung akumulasi indeks prestasi dsb) (1%)
Tidak ada yang sulit dipahami (21,4%)





