Pelatih Cape Verde Pulang dengan Bangga usai Sulitkan Argentina, Scaloni Ikut Beri Penghormatan
Febri Prasetyo July 04, 2026 10:38 AM

TRIBUNNEWS.COM - Cape Verde harus mengakhiri perjalanan bersejarahnya di Piala Dunia 2026 setelah kalah dramatis 2-3 dari Argentina pada babak 32 besar di Stadion Hard Rock, Miami, Sabtu (4/7/2026) pagi WIB.

Meski gagal melangkah lebih jauh, Cape Verde tetap meninggalkan kesan mendalam karena mampu membuat juara bertahan bekerja keras selama 120 menit sebelum akhirnya menyerah di babak tambahan waktu.

Penampilan tim berjuluk Blue Sharks itu bahkan sesuai dengan prediksi football enthusiast Agung Iqbal Ramadan sebelum pertandingan.

Dalam podcast SUPER TAKTIK: Babak Baru Piala Dunia 2026: Eropa Saling Jegal, Argentina Mulus? di Gedung Tribunnews, Karanganyar, Jawa Tengah, Agung menilai banyak orang meremehkan kekuatan Cape Verde.

Menurutnya, Lionel Messi dan Argentina tidak akan mudah membongkar pertahanan lawan karena Cape Verde dipastikan akan bertarung habis-habisan dan membuat pertandingan berlangsung sengit.

"Di atas kertas memang terlihat mudah, tetapi tidak semudah itu. Messi pun tidak akan semudah itu. Cape Verde tidak akan berhenti menyerah dan tidak akan membiarkan gawangnya kebobolan banyak," kata Agung.

"Mereka pasti akan melakukan segala cara. Itu yang membuat pertandingan berjalan seru," tambahnya.

SELEBRASI LOKAL 2026 - Kumpulan bendera negara yang ikut Piala Dunia 2026 di Museum TitikNol Pasoepati, Jln. Kolonel Sugiyono 37, Nayu Timur, Nusukan, Solo, Jawa Tengah pada Rabu, 10 Juni 2026.
SELEBRASI LOKAL 2026 - Kumpulan bendera negara yang ikut Piala Dunia 2026 di Museum TitikNol Pasoepati, Jln. Kolonel Sugiyono 37, Nayu Timur, Nusukan, Solo, Jawa Tengah pada Rabu, 10 Juni 2026. (Tribunnews.com/TribunVideo/Akmal Khoirul Habib)

Baca juga: Hasil Argentina vs Cape Verde: Skor 1-1 di Waktu Normal, Vozinha Paksa Messi Cs Lanjut ke Extra Time

Prediksi tersebut terbukti, sebab Argentina baru bisa memastikan kemenangan setelah melewati perpanjangan waktu.

Sejak peluit awal berbunyi, Argentina memang mendominasi jalannya pertandingan. Namun dominasi penguasaan bola tidak otomatis membuat mereka leluasa menciptakan gol.

Cape Verde tampil disiplin dalam bertahan, menutup ruang antarlini dengan rapat, sekaligus beberapa kali melancarkan serangan balik berbahaya. 

Bahkan mereka mampu dua kali menyamakan kedudukan sehingga Argentina terus berada di bawah tekanan.

Laga yang diperkirakan berlangsung mudah berubah menjadi duel penuh drama. Argentina baru mengunci kemenangan lewat gol pada pertengahan babak kedua extra time, sekitar dua setengah jam setelah pertandingan dimulai.

Salah satu faktor terbesar yang membuat Argentina frustrasi adalah penampilan luar biasa kiper veteran berusia 40 tahun, Vozinha.

Penjaga gawang itu berkali-kali menggagalkan peluang emas Lionel Messi. Pada menit ke-63, ia menepis tembakan jarak dekat sang kapten Argentina. 

Sepuluh menit kemudian, ia kembali melakukan penyelamatan gemilang dengan menepis tendangan bebas Messi yang mengarah ke sudut gawang.

Memasuki masa injury time, Vozinha kembali membaca arah tendangan bebas Messi yang mencuri start saat ia tengah mengatur pagar hidup. 

Di babak tambahan, ia kembali menggagalkan peluang Messi dengan menepis tembakan keras dari tepi kotak penalti.

Secara keseluruhan, kiper bernama asli Josimar Joss Evora Dias ini membukukan delapan penyelamatan sepanjang pertandingan. 

Torehan itu membuatnya mengakhiri Piala Dunia 2026 dengan 18 penyelamatan, terbanyak ketiga di turnamen, hanya kalah dari Eloy Room (Curacao/20 penyelamatan) dan Orlando Gill (Paraguay/19 penyelamatan).

Berkat performa disiplin sepanjang turnamen, Cape Verde juga berhasil mencatat hasil yang membanggakan pada debut mereka di Piala Dunia. 

Mereka mengawali kompetisi dengan menahan imbang Spanyol tanpa gol, kemudian meraih dua hasil imbang dramatis lainnya untuk memastikan tiket ke fase gugur.

Negara kepulauan kecil yang memiliki populasi hanya sekitar satu persen dari jumlah penduduk Argentina itu akhirnya memang tersingkir. 

Namun mereka berhasil memperkenalkan diri kepada dunia sebagai salah satu kejutan terbesar turnamen.

Baca juga: Messi Bawa Argentina Lolos Dramatis ke 16 Besar, Cape Verde Dipaksa Menyerah 3-2 di Extra Time

Bubista Pulang dengan Bangga

Pelatih Cape Verde, Bubista, mengaku sama sekali tidak kecewa dengan perjuangan anak asuhnya. 

Baginya, timnya berhasil menjaga harga diri negara dan menunjukkan identitas sepak bola Cape Verde di panggung dunia.

"Kami menjaga martabat negara kami. Kami dua kali bermain imbang melawan juara dunia, membawa pertandingan hingga perpanjangan waktu."

"Yang paling penting, saya bangga kepada para pemain karena mereka menjaga kehormatan negara kami di Piala Dunia. Kami menunjukkan identitas kami," katanya setelah pertandingan, dikutip dari laman FIFA.

Ucapan Bubista mencerminkan kebanggaan besar atas pencapaian yang diraih Cape Verde dalam debut di Piala Dunia.

Meski tidak memenangi satu pertandingan pun di Piala Dunia 2026, mereka mampu menembus fase gugur dan membuat salah satu favorit juara berada di ambang kegagalan.

KONVOI – Ratusan anggota Fans Argentina Jayapura Papua (FAJ-P) melakukan konvoi keliling Kota Jayapura, Selasa (16/6/2026), sebagai bentuk dukungan kepada Tim Nasional Argentina yang berlaga pada Piala Dunia 2026.
KONVOI – Ratusan anggota Fans Argentina Jayapura Papua (FAJ-P) melakukan konvoi keliling Kota Jayapura, Selasa (16/6/2026), sebagai bentuk dukungan kepada Tim Nasional Argentina yang berlaga pada Piala Dunia 2026. (Tribunnews.com/Tribun-Papua.com/Istimewa)

Scaloni Beri Penghormatan kepada Cape Verde

Sementara itu, pelatih Argentina Lionel Scaloni juga tidak ragu memberikan apresiasi kepada lawannya. 

Ia mengakui Cape Verde telah membuktikan bahwa tidak ada pertandingan mudah di Piala Dunia.

"Ini pertandingan yang sangat sulit. Kami selalu harus mengambil sisi positifnya karena tim ini tidak pernah menyerah. Saya mengucapkan selamat kepada lawan."

"Ketika orang mengatakan tidak ada lawan yang mudah, hari ini mereka membuktikan bahwa mereka adalah tim yang hebat," ujar Scaloni, dikutip dari TycSports.

Baca juga: 3 Rekor yang Dipecahkan Lionel Messi usai Bawa Argentina Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026

Pelatih yang menjalani pertandingan ke-100 bersama Argentina itu mengaku sempat membayangkan betapa menyakitkannya jika timnya tersingkir pada momen bersejarah tersebut.

"Rasanya akan gila jika kami kalah pada pertandingan ke-100 saya. Tapi inilah sepak bola," kata Scaloni.

Menurut Scaloni, kemenangan itu lahir berkat karakter kuat Argentina yang terus menyerang meski sempat mendapat tekanan hebat dari Cape Verde.

Ia juga mengakui timnya masih memiliki banyak kekurangan yang harus diperbaiki sebelum menghadapi babak berikutnya, tetapi semangat pantang menyerah para pemain menjadi modal terbesar dalam perjalanan mempertahankan gelar juara dunia.

(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.