Inilah Sosok Guru Asal Bone Curi Perhatian Lomba Dongeng Porsenijar 2026
Sudirman July 04, 2026 10:06 AM

TRIBUN-TIMUR.COM, SIDRAP — Penampilan Ria Melinda (28) lomba mendongeng Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) PGRI Sulsel mencuri perhatian.

Porsenijar digelar di Kabupaten Sidrap 2 sampai 6 Juli 2026.

Lomba mendongeng Porsenijar di kawasan Mogan atau Panker, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidrap, Jumat (3/7/2026).

Mogan menjadi pusat aktivitas seni, budaya, sekaligus sentra UMKM di Sidrap.

Ria Melinda (28) guru kelas 1 SDN 49 Lappo Ase, Kecamatan Awangpone.

Ia mengenakan kostum ulat berwarna hijau.

Baca juga: Guru se-Sulsel Berlomba Ciptakan Pembelajaran Kreatif di Porsenijar PGRI

Ria membawakan dongeng bertajuk "Rara, Seekor Ulat yang Malas Belajar dan Hanya Makan Saja".

Riuh tepuk tangan dan tawa penonton mengiringi penampilan Ria Melinda dan peserta lainnya.

Ekspresi, intonasi, hingga interaksi yang dibangunnya dengan penonton membuat banyak anak-anak larut mengikuti alur cerita.

Seusai tampil, sejumlah penonton mengajak Ria Melinda berfoto bersama.

Bagi Ria, penampilannya memiliki makna yang lebih dalam dibanding sekadar mengikuti perlombaan.

Naskah dongeng yang dibawakannya merupakan karya tulisnya sendiri yang disusun selama sekitar satu bulan melalui berbagai tahap penyempurnaan.

Sebelum tampil di tingkat provinsi, ia lebih dahulu mengikuti seleksi di Kabupaten Bone pada April 2026.

Setelah dinyatakan lolos sebagai wakil daerah, Ria menjalani pembinaan bersama pelatih dongeng Andi Canra Agus serta rekannya sesama pendongeng, Syamsurya.

"Alhamdulillah, ini pengalaman pertama saya mengikuti lomba mendongeng sehingga menjadi motivasi besar untuk terus belajar," ujarnya.

Ia berharap pengalaman mengikuti Porsenijar menjadi awal untuk terus mengembangkan kemampuan mendongeng sebagai media pembelajaran di sekolah.

Hal serupa disampaikan oleh Syamsurya, seorang guru yang juga telah melanglang buana mengikuti perlombaan mendongeng merasa kegiatan Porsenijar ini sangat penting baginya agar terus belajar dan berproses.

Syamsurya juga tampil pada ajang tersebut dengan membawakan dongeng berjudul "La Bembe Kelas Kehidupan."

“Saya tidak hanya membawa nama Kabupaten Bone, tetapi juga saya menantang diri saya untuk mengasah diri mendalami dunia mendongeng,” kata Syamsurya kepada Tribun-Timur.com.

Ajang Porsenijar PGRI Sulawesi Selatan menjadi ruang bagi para guru untuk saling berbagi praktik sekaligus mengasah kreativitas.

Hal itu menunjukkan bahwa profesi pendidik tidak hanya diukur dari kemampuan mengajar di kelas.

Kemauan untuk terus berinovasi demi menghadirkan pembelajaran yang lebih hidup dan bermakna bagi peserta didik adalah salah satu bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak (*)

Laporan ReporterSidrap: Hardiyanti Kamaluddin

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.