Dilansir AP, penangkapan dilakukan menyusul pernyataan yang mantan Wakil Menteri Perminyakan Adnan al-Jumaili yang beberapa waktu lalu dalam kasus korupsi.
Sejumlah anggota parlemen Irak ikut ditangkap dan 'kekebalan' hukumnya dicabut.
Pasukan keamanan Irak melakukan penggerebekan di dalam kompleks pemerintahan dan kedutaan asing memburu pelaku korupsi.
Diantara mereka ada 12 anggota parlemen aktif, satu mantan anggota parlemen, penasihat mantan Perdana Menteri Mohammed Shia al-Sudani, dan seorang pejabat tinggi kementerian perminyakan lainnya.
Penangkapan perdana dilakukan terhadap Wakil Menteri Perminyakan Ali Maarij al-Bahadly.
Sebanyak 11 juta dolar AS dan 4 miliar dinar Irak (sekitar 3 juta dolar AS) atau sekitar Rp 251 miliar disita dari al-Bahadly, termasuk beberapa properti.
Al-Bahadly ditangkap sebelum subuh di rumahnya di distrik Zayouna yang mewah di Baghdad.
Media pemerintah menerbitkan gambar yang menunjukkan pasukan keamanan menarik tas berisi uang tunai dari dalam dinding rumah tersebut, termasuk uang ditemukan di ruang bawah tanah.
Foto-foto memperlihatkan tumpukan uang ditarik dari dalam dinding yang dijebol terlebih dahulu.
Sumber-sumber pemerintahan Irak kepada Al-Arabiya mengatakan pemberantasan korupsi besar-besaran tengah ditegakkan di negara itu.
Sumber-sumber tersebut menjelaskan bahwa penggerebekan sejauh ini telah menghasilkan penyitaan sekitar 40 juta dolar AS dan 100 miliar dinar Irak, selain batangan emas, properti, mobil, dan senjata, di antara barang-barang yang disita terkait kasus korupsi.
Ketua Dewan Direksi Dana Pemulihan Dana Irak, Abbas Mutab, mengatakan pihaknya menyita sejumlah besar uang di luar negeri, yang mencegah mereka yang terlibat dalam kasus korupsi untuk menggunakannya.
Ekonomi Irak saat ini menghadapi krisis besar, dengan tingkat kemiskinan mencapai 10,8 persen, tingkat pengangguran 13%, dan defisit perumahan meningkat menjadi 2,4 juta unit.
Di tengah semua krisis ini, korupsi keuangan semakin memperburuk penderitaan rakyat Irak di negara yang kaya minyak tetapi tidak memanfaatkan kekayaannya dengan baik.
Uang dari penjualan minyak dikorupsi oleh para pejabat setempat.
Sumber: AP/Al Arabiya