Penampakan Miliaran Uang Korupsi Disembunyikan di Dalam Dinding, Puluhan Pejabat Irak Ditangkap
Hasanudin Aco July 04, 2026 11:38 AM

Dilansir AP, penangkapan dilakukan menyusul pernyataan yang mantan Wakil Menteri Perminyakan Adnan al-Jumaili yang beberapa waktu lalu dalam kasus korupsi.

Sejumlah anggota parlemen Irak ikut ditangkap dan 'kekebalan' hukumnya dicabut.

Pasukan keamanan Irak melakukan penggerebekan di dalam kompleks pemerintahan dan kedutaan asing memburu pelaku korupsi.

Diantara mereka ada 12 anggota parlemen aktif, satu mantan anggota parlemen, penasihat mantan Perdana Menteri Mohammed Shia al-Sudani, dan seorang pejabat tinggi kementerian perminyakan lainnya.

n di balik dinding rumah Wakil Menteri Perminyakan  I d
Foto yang dirilis oleh lembaga peradilan Irak menunjukkan uang tunai dan barang berharga yang disembunyikan di balik dinding rumah Wakil Menteri Perminyakan Irak Ali Maarij al-Bahadly. /Youtube: Alarabiya

Uang Disembunyikan di dinding dan ruang bawah tanah

Penangkapan perdana dilakukan terhadap Wakil Menteri Perminyakan Ali Maarij al-Bahadly.

Sebanyak 11 juta dolar AS dan 4 miliar dinar Irak (sekitar 3 juta dolar AS) atau sekitar Rp 251 miliar disita dari al-Bahadly, termasuk  beberapa properti.

Al-Bahadly ditangkap sebelum subuh di rumahnya di distrik Zayouna yang mewah di Baghdad.

Media pemerintah menerbitkan gambar yang menunjukkan pasukan keamanan menarik tas berisi uang tunai dari dalam dinding rumah tersebut, termasuk uang ditemukan di ruang bawah tanah.

Foto-foto memperlihatkan tumpukan uang ditarik dari dalam dinding yang dijebol terlebih dahulu.

Sumber-sumber pemerintahan Irak kepada Al-Arabiya  mengatakan  pemberantasan korupsi besar-besaran tengah ditegakkan di negara itu.

dinding jdbpoe
Dinding di  rumah Wakil Menteri Perminyakan  Irak Ali Maarij al-Bahadly dijebol untuk mendapatkan uang hasil korupsi yang disembunyikan. /Foto: Tangkapan layar Youtube Alarabiya

Sumber-sumber tersebut menjelaskan bahwa penggerebekan sejauh ini telah menghasilkan penyitaan sekitar 40 juta dolar AS dan 100 miliar dinar Irak, selain batangan emas, properti, mobil, dan senjata, di antara barang-barang yang disita terkait kasus korupsi.

Ketua Dewan Direksi Dana Pemulihan Dana Irak, Abbas Mutab, mengatakan pihaknya  menyita sejumlah besar uang di luar negeri, yang mencegah mereka yang terlibat dalam kasus korupsi untuk menggunakannya.

Ekonomi Irak saat ini menghadapi krisis besar, dengan tingkat kemiskinan mencapai 10,8 persen, tingkat pengangguran 13%, dan defisit perumahan meningkat menjadi 2,4 juta unit.

Di tengah semua krisis ini, korupsi keuangan semakin memperburuk penderitaan rakyat Irak di negara yang kaya minyak tetapi tidak memanfaatkan kekayaannya dengan baik.

Uang dari penjualan minyak dikorupsi oleh para pejabat setempat.

Sumber: AP/Al Arabiya

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.