Terungkap Pemicu Siswi SMP di Batang Hari Jambi Viral Dikeroyok dan Diinjak
Darwin Sijabat July 04, 2026 01:11 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Jagat media sosial di Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi belakangan dihebohkan oleh video amatir yang merekam aksi kekerasan fisik brutal terhadap seorang anak perempuan di bawah umur. 

Setelah Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Batang Hari turun tangan, tabir awal mula penyebab aksi perundungan keji tersebut kini mulai terungkap terang.

Awal mula petaka yang menimpa korban RA (13) berakar dari sebuah isu miring. 

Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa, 30 Juni 2026, di Desa Muara Jangga, Kecamatan Batin XXIV, Kabupaten Batang Hari.

Sore itu, sekira pukul 15.30 WIB, korban RA bersama dua orang rekannya berniat berkunjung ke rumah salah satu teman mereka. 

Saat sedang menunggu di teras rumah yang kebetulan dalam keadaan kosong, RA tiba-tiba didatangi oleh tiga orang remaja perempuan sebaya, yaitu AM (13), ZA (13), dan RI (13).

Tanpa basa-basi, terduga pelaku ZA langsung menginterogasi korban. 

ZA menanyakan sekaligus menuduh RA telah menyebarkan rumor negatif tentang dirinya. 

Baca juga: Viral Video Pengeroyokan Siswi SMP di Batang Hari Jambi, Korban Diinjak

Baca juga: Tangis Pilu Keluarga Pecah di Tepian Sungai Tembesi Jambi Menanti Fajri

Meskipun korban RA sudah berulang kali membantah tuduhan miring tersebut secara baik-baik, emosi para pelaku justru terpancing dan situasi seketika memanas.

Pukulan Wajah Berujung Penganiayaan Dua Gelombang

Akibat terbakar rumor yang belum terbukti kebenarannya, ZA secara mendadak melayangkan pukulan fisik ke arah wajah korban. 

Tindakan agresif ZA ini langsung memicu AM dan RI untuk ikut menyerang korban secara bersama-sama hingga RA jatuh tersungkur.

Meski sempat dilerai oleh warga sekitar dan korban sempat melarikan diri ke area pinggir sungai Desa Jangga untuk menenangkan diri, para pelaku yang masih menyimpan dendam akibat rumor tersebut kembali memburu keberadaan korban sekira pukul 16.30 WIB.

Di lokasi kedua inilah kekerasan gelombang kedua yang lebih brutal terjadi. 

Korban RA yang sudah tidak berdaya dikeroyok dan diinjak secara paksa. 

Sadisnya, aksi di gelombang kedua ini sengaja direkam menggunakan ponsel oleh AM, hingga akhirnya tersebar luas dan viral di media sosial. 

Baca juga: Ironi Libur Sekolah di Jambi: Siswi SMP Dikeroyok, Rekan Hanya Menonton

Baca juga: Kronologi Bocah di Jambi Terseret Arus Sungai: Mandi Sore Berujung Petaka

Aksi tersebut baru benar-benar terhenti setelah saksi lain datang melerai dan membawa korban pulang.

Polisi Tindak Lanjuti Laporan Pengaduan Orang Tua

Merespons keresahan publik atas motif penganiayaan anak di bawah umur ini, Kanit PPA Polres Batang Hari, IPDA Wahyudi, membenarkan orang tua korban telah melayangkan laporan resmi pada 30 Juni 2026 malam, sekira pukul 21.00 WIB.

Pihak kepolisian memastikan proses visum et repertum telah dilakukan, serta memberikan pendampingan psikologis khusus kepada korban RA yang kini mengalami trauma berat.

"Benar, kami telah menerima laporan pengaduan dari orang tua korban... Laporan ini langsung kami tindak lanjuti mengingat korban dan para terduga pelaku masih berstatus di bawah umur. Kami sudah melakukan pemeriksaan awal terhadap anak korban serta para saksi... Kami juga sudah cek tempat kejadian perkara (TKP) serta melayangkan surat undangan klarifikasi kepada para terduga pelaku yang identitasnya sudah kami kantongi," tegas IPDA Wahyudi.

 


DISCLAIMER

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, atau melakukan tindak pidana lainnya segera hubungi layanan kesehatan jiwa atau profesional di puskesmas/rumah sakit terdekat atau pihak berwajib.

Baca juga: Klaim G30S/PKI Roy Suryo Diragukan, Pengacara Sebut Video Utuh Disensor

Baca juga: Audit Forensik Kasus Peretasan Bank 9 Jambi Masuki Babak Akhir

Baca juga: Simpan 1,8 Kilogram Sabu di Jok Motor, Pria di Jambi Diciduk Polisi

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.