Tangis Pilu Keluarga Pecah di Tepian Sungai Tembesi Jambi Menanti Fajri
Darwin Sijabat July 04, 2026 10:11 AM

 

TRIBUNJAMBI.COM – Jeritan dan tangis histeris memecah keheningan di sepanjang bantaran Sungai Tembesi, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. 

Suasana di lokasi hilangnya Muhammad Fajri Setiawan (8), bocah yang tenggelam terseret arus, mendadak dipenuhi aura kesedihan yang mendalam saat pihak keluarga mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). 

Hingga kini, keluarga hanya bisa meratap di tepi sungai sembari menanti mukjizat dari proses pencarian yang tengah diupayakan Tim SAR Gabungan.

Momen Menyayat Hati di Bawah Pohon Tepi Tebing

Duka mendalam begitu tersirat dari raut wajah keluarga korban yang tak mampu membendung deraian air mata. 

Berdasarkan rekaman video amatir, momen menyayat hati itu terekam jelas saat kakak perempuan korban mendatangi titik lokasi jatuhnya sang adik.

Mengenakan baju merah marun, kakak kandung korban tampak lemas dan berdiri bersandar pada sebuah batang pohon di tepi tebing sungai yang curam. 

Sambil memegangi pohon tersebut, ia terus menangis histeris menjeritkan nama Fajri ke arah aliran sungai yang berwarna cokelat keruh. 

Baca juga: Bocah 8 Tahun Hilang Terseret Arus Sungai Tembesi Jambi, Pencarian 24 Jam Nihil

Baca juga: Kernet Truk Batu Bara Tewas Terlindas saat Kecelakaan di Muaro Jambi

Beberapa kerabat dan warga sekitar terlihat langsung memeluk dan berupaya menenangkan keluarga yang nyaris pingsan karena duka yang menyesakkan dada tersebut. 

Mereka terus merapal doa agar Fajri bisa segera ditemukan dalam kondisi apa pun.

Awal Petaka: Berenang Sore yang Berujung Tragis

Histerisnya keluarga sangat beralasan lantaran musibah ini datang begitu cepat tanpa diduga. 

Peristiwa nahas itu bermula pada Kamis sore, 2 Juli 2026, sekitar pukul 15.30 WIB. Korban yang merupakan bocah berumur 8 tahun dan tercatat sebagai warga RT 04 (sebelumnya terdata RT 05) RW 02, Kelurahan Pauh, berpamitan untuk mandi di sungai.

Fajri awalnya berenang gembira bersama sejumlah teman-teman sebayanya di tepian Sungai Tembesi. 
Namun di tengah aktivitas tersebut, korban diduga terlalu ke tengah hingga terseret oleh arus sungai yang mendadak kuat. 

Fajri langsung tenggelam dan lenyap dari pandangan teman-temannya. 

Warga setempat bersama aparat Polsek Pauh sempat melakukan pencarian mandiri hingga Kamis malam, namun korban belum berhasil ditemukan.

Pencarian 24 Jam Masih Nihil

Skala pencarian ditingkatkan pada Jumat pagi setelah Kantor SAR Jambi menerima laporan resmi dari Damkar Pauh. 

Kepala Kantor SAR Jambi, Abdul Malik, langsung mengerahkan tujuh personel Rescue dari Pos SAR Bungo dengan peralatan lengkap untuk menyisir sungai sejauh 102 kilometer dari posko mereka.

Baca juga: Kronologi Bocah di Jambi Terseret Arus Sungai: Mandi Sore Berujung Petaka

Baca juga: Kronologi Tragis Kernet Truk Batu Bara di Jambi Tewas Terlindas Roda Sendiri

“Setelah menerima laporan, kami mengerahkan tujuh personel Rescue dari Pos SAR Bungo menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan SAR lengkap untuk melakukan pencarian terhadap korban,” ujar Abdul Malik dalam keterangan resminya.

Tim SAR Gabungan membagi operasi menjadi dua Search Rescue Unit (SRU) untuk menyisir sisi kanan dan kiri sungai menggunakan perahu karet Luxury Craft Rubber (LCR) hingga sejauh 6 kilometer ke arah hilir. 

Pencarian ini turut melibatkan BPBD Sarolangun, Damkar Pauh, Polsek Pauh, dan warga sekitar.

“Hingga saat ini Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian secara maksimal di sepanjang aliran Sungai Tembesi. Kami berharap korban dapat segera ditemukan,” kata Abdul Malik.

Meski penyisiran intensif telah berjalan lebih dari 24 jam hingga Jumat sore hari, hasilnya masih dilaporkan nihil. 

Di tengah ketidakpastian itu, keluarga korban masih setia menunggu di bantaran sungai sembari berharap mukjizat datang pada kelanjutan operasi SAR hari Sabtu.

DISCLAIMER

https://whatsapp.com/channel/0029VaGt4sR29759yKSHxL12

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.