Emak-emak di Palembang Sumringah, Harga Bahan Pokok Turun Imbas Distribusi MBG Dihentikan Sementara
Odi Aria July 04, 2026 10:27 AM

SRIPOKU.COM, PALEMBANG – Penghentian sementara distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut berdampak pada ketersediaan sejumlah bahan pokok di Pasar Induk Jakabaring, Jalan Pangeran Ratu, 15 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I, Kota Palembang, Sabtu (4/7/2026).

Pantauan Sripoku.com di lokasi menunjukkan aktivitas pasar pada akhir pekan ini lebih ramai dibandingkan bulan Juni.

Berbagai komoditas seperti daging ayam, ikan lele, telur ayam hingga minyak goreng subsidi MinyaKita tersedia dengan stok yang cukup.

Salah seorang pedagang sembako, Cece Ing, mengatakan penghentian sementara distribusi MBG membuat pasokan MinyaKita lebih mudah diperoleh oleh pedagang.

"Sejak bulan Juni itu kita mudah dapatnya. Biasanya dua bulan sekali atau tiga bulan sekali baru dapat, sekarang mudah," kata Cece Ing.

Menurutnya, melimpahnya stok membuat harga jual MinyaKita tidak jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET).

Ia menjual MinyaKita seharga Rp17 ribu per liter, sedikit di atas HET yang dipatok Rp15.700 per liter.

"Kalau saya jual Rp17 ribu per liter, ambil untung sedikit saja," ujarnya.

Selain minyak goreng, sejumlah bahan pangan lain juga mengalami penurunan harga.

Kondisi tersebut disambut baik para pembeli yang mengaku pengeluaran belanja rumah tangga menjadi lebih ringan.

Anggi, seorang ibu rumah tangga, mengatakan uang Rp50 ribu kini sudah cukup untuk membeli ayam, MinyaKita, dan cabai merah.

"Saya beli ayam Rp23 ribu per kilo karena ditawar dari harga Rp25 ribu. Terus beli MinyaKita Rp17 ribu, sisanya beli cabai merah Rp10 ribu," katanya.

Saat ini harga cabai merah berada di kisaran Rp28 ribu per kilogram, sehingga menurut Anggi kebutuhan dapur lebih mudah dipenuhi dibanding beberapa waktu lalu.

Hal senada disampaikan Yuni. Ia mengaku harga bahan pangan mulai stabil sehingga anggaran belanja keluarga lebih terkendali.

"Dengan Rp50 ribu sekarang bisa beli telur satu kilo Rp21 ribu, ayam Rp25 ribu, sisanya beli bumbu, sudah cukup untuk stok beberapa hari," ujarnya.

Yuni juga menyebut harga ikan lele turun dari sekitar Rp35 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram.

"Libur MBG ini lele juga turun. Biasanya Rp35 ribu, sekarang Rp25 ribu. Alhamdulillah, mudah-mudahan harga tetap stabil," katanya.

Meski demikian, Yuni menegaskan dirinya tetap mendukung program MBG yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak Indonesia.

Namun, menurutnya, pemerintah juga perlu menjaga stabilitas harga bahan pangan agar kebutuhan masyarakat secara umum tetap terpenuhi.

"Karena bukan anak sekolah saja yang mau makan, yang cari nafkah juga perlu makan. Harap dipikirkan juga bagaimana harga tetap stabil kalau MBG tetap dijalankan," tuturnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.