- Prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei akhirnya dimulai setelah tertunda selama lebih dari empat bulan.
Hal ini memicu pertanyaan besar di kalangan publik terkait alasan penundaan hingga cara Iran menjaga jenazah Khamenei tetap utuh.
Secara resmi, pemerintah Iran tidak memberikan rincian mengenai lokasi maupun metode yang digunakan untuk menyimpan jenazah Khamenei.
Namun, pemerintah menegaskan bahwa jenazah ditangani dengan penghormatan penuh sebagaimana dilansir Hindustan Times pada Sabtu (4/7/2026).
"Jenazah telah dijaga dengan rasa hormat dan perhatian tertinggi, sesuai dengan standar Islam dan hukum," kata Iman Attarzadeh, juru bicara Markas Khusus Pemakaman dan Penguburan Ali Khamenei.
Meskipun syariat Islam umumnya mewajibkan jenazah untuk segera dimakamkan, para ahli menyebutkan bahwa jenazah Khamenei kemungkinan besar disimpan dalam fasilitas pendingin khusus.
Pakar penanggulangan terorisme, Omar Mohammed, menjelaskan langkah ini diambil karena hukum Islam melarang penggunaan bahan kimia untuk pembalsaman.
"Mekanismenya hampir pasti menggunakan penyimpanan dingin berpendingin, bukan pembalseman (pengawetan kimia), karena Islam melarang pengawetan kimia," kata Omar Mohammed.
Ia menambahkan bahwa dalam Syiah, aturan tersebut dapat disesuaikan jika menghadapi situasi yang mendesak.
"Hukum Syiah mengizinkan penundaan pemakaman dan pengawetan dengan suhu dingin dalam kasus-kasus luar biasa, dan pengecualian ulama untuk seorang Pemimpin Tertinggi sangat mudah didapatkan," sambungnya.
Sementara itu, penundaan upacara pemakaman Khamenei terjadi akibat situasi keamanan dan keselamatan yang tidak menentu selama perang antara Iran dan AS.
Konflik bersenjata tersebut baru berakhir pada Juni 2026 setelah kedua belah pihak menandatangani nota kesepahaman (MoU) damai sementara.
Saat ini, jenazah Khamenei masih disemayamkan di Masjid Teheran untuk mendapat penghormatan terakhir dari warga, pejabat, hingga delegasi asing.
Pemakaman baru digelar pada Kamis (9/7/2026) di kampung halamannya di Mashhad.
Program: Tribunnews Update
Host: Agung Tri Laksono
Editor Video: Dedhi Ajib Ramadhani
Uploader: bagus gema praditiya sukirman