Berhasil Tekan Stunting di Jawa Timur, Khofifah Terima Penghargaan Persagi
Titis Jati Permata July 04, 2026 01:32 PM

 

 

SURYA.co.id, SURABAYA – Keberhasilan Jawa Timur menekan angka stunting hingga mencapai 14,7 persen pada 2024 kembali mendapat pengakuan nasional.

Atas capaian tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan inovasi kebijakan lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting.

Angka Penurunan Stunting di Jawa Timur

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Jawa Timur turun dari 17,7 persen pada 2023 menjadi 14,7 persen pada 2024.

Angka tersebut menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi dengan capaian penurunan stunting terbaik di Pulau Jawa dan terbaik kedua secara nasional setelah Bali.

Baca juga: Pemprov Jatim Percepat Pembentukan 5.600 Koperasi Desa Merah Putih

Penghargaan dari Persagi diserahkan langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persagi Doddy Izwardy kepada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono yang mewakili Gubernur Khofifah.

"Alhamdulillah, komitmen Jatim dalam percepatan penurunan stunting terus menunjukkan hasil positif. Dan kami bersyukur menerima penghargaan dari Persagi," kata Khofifah kepada SURYA.co.id, Sabtu (4/7/2026).

"Penghargaan ini juga sebagai apresiasi untuk seluruh stakeholder yang selama ini memiliki komitmen yang sama untuk terus menurunkan angka prevalensi stunting di Jatim," lanjut Khofifah.

Kolaborasi Berbagai Perangkat Daerah

Menurut Khofifah, capaian tersebut bukan semata hasil kerja pemerintah provinsi, melainkan buah dari kolaborasi berbagai perangkat daerah, lembaga, hingga organisasi masyarakat yang selama ini konsisten menjalankan program percepatan penurunan stunting.

"Keberhasilan Jatim menurunkan angka prevalensi stunting ini dilakukan oleh banyak pihak, bersama-sama bergandengan tangan nyengkuyung, mulai dari Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, TP PKK Jatim, BKKBN, DP3AK, Perinda," jelasnya.

Menurutnya, sinergi lintas sektor tersebut perlu terus dipertahankan untuk menciptakan generasi Jawa Timur yang lebih sehat dan berkualitas.

Inovasi Penanganan Stunting

Selain mengandalkan kolaborasi, Pemprov Jatim juga mengembangkan berbagai inovasi dalam penanganan stunting.

Program tersebut meliputi konseling dari pintu ke pintu, pendampingan ibu hamil dengan kondisi kurang energi kronis, hingga program Jawa Timur Tanggap Terhadap Ibu Hamil Risiko Stunting.

Tak hanya menyasar ibu hamil, edukasi juga diberikan kepada calon pengantin sebagai langkah pencegahan sejak sebelum kehamilan.

"Banyak inovasi yang dilakukan untuk dapat menurunkan angka stunting, tidak hanya bagi ibu hamil tetapi juga ada inovasi yang memberikan pembekalan bagi para calon pengantin, ini salah satu langkah antisipatif yang dilakukan agar calon pengantin paham sehingga mereka bisa menjaga, mencegah sejak sebelum kehamilan terjadi," jelasnya.

Peran Strategis Ahli Gizi

Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada Persagi atas penghargaan yang diberikan.

Menurutnya, para ahli gizi kini memegang peran strategis dalam mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Para ahli gizi, menjadi ujung tombak bagaimana pemenuhan gizi di setiap menu MBG yang disajikan," ujarnya.

Ia menjelaskan, setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) harus berada di bawah pengawasan tenaga ahli gizi agar kualitas dan kandungan nutrisi makanan tetap sesuai standar.

"Memang setiap SPPG ada di bawah pengawasan dari ahli gizi yang sesuai klasifikasi dan terverifikasi, tidak berarti 1 SPPG 1 ahli gizi tapi bisa 1 ahli gizi memberikan pengawasan untuk beberapa SPPG," jelasnya.

Seiring bertambahnya jumlah SPPG di berbagai daerah, Khofifah menilai kebutuhan sumber daya manusia, khususnya tenaga ahli gizi, juga semakin penting agar manfaat program MBG dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.

"Ada ahli gizi yang melakukan pengawasan akan menjadi jaminan tersendiri dari kandungan dan kualitas gizi dari sajian MBG yang sampai pada penerima manfaatnya," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.