TRIBUNJOGJA.COM - Di tengah ramainya kafe sebagai tempat belajar maupun bekerja, perpustakaan dan ruang literasi justru kembali menarik perhatian, terutama di kalangan Generasi Z.
Kini, perpustakaan bukan lagi identik dengan ruangan yang sunyi dan dipenuhi rak buku, melainkan berkembang menjadi ruang publik yang nyaman untuk membaca, berdiskusi, mengerjakan tugas, hingga sekadar mencari suasana baru.
Fenomena ini juga terlihat di Yogyakarta.
Selain dikenal sebagai Kota Pelajar, Yogyakarta memiliki sejumlah perpustakaan, toko buku independen, dan ruang literasi dengan konsep yang estetik sekaligus nyaman.
Beberapa di antaranya bahkan menjadi tempat berkumpul komunitas, menggelar diskusi, hingga berbagai kegiatan literasi.
Bagi kamu yang sedang mencari tempat untuk membaca atau mengerjakan tugas, berikut lima rekomendasi tempat baca di Yogyakarta yang layak dikunjungi.
1. Grhatama Pustaka
Nama Grhatama Pustaka tentu sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Yogyakarta.
Perpustakaan umum yang dikelola oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY ini menjadi salah satu perpustakaan terbesar di Yogyakarta dengan koleksi buku yang beragam serta fasilitas yang lengkap.
Begitu memasuki gedungnya, pengunjung akan disambut dengan interior modern yang terasa luas dan terang.
Penataan ruang yang rapi dipadukan dengan area membaca yang nyaman membuat banyak pengunjung betah menghabiskan waktu selama berjam-jam, baik untuk membaca maupun mengerjakan tugas.
Tak hanya menyediakan koleksi buku dari berbagai bidang ilmu, Grhatama Pustaka juga dilengkapi ruang diskusi, layanan internet, area multimedia, hingga berbagai fasilitas penunjang literasi lainnya.
Perpustakaan ini bahkan rutin menjadi lokasi penyelenggaraan seminar, lokakarya, maupun kegiatan literasi digital.
Dengan desain bangunan yang modern dan pencahayaan alami di beberapa sudut ruangan, tak sedikit pengunjung yang mengabadikan momen saat berada di perpustakaan ini.
Perpaduan antara suasana tenang dan fasilitas yang lengkap menjadikan Grhatama Pustaka cocok bagi mahasiswa, pelajar, maupun masyarakat umum yang ingin belajar dengan lebih nyaman.
2. Ruang Literasi Kaliurang
Berada di kawasan Kaliurang yang sejuk, Ruang Literasi Kaliurang menawarkan suasana membaca yang nyaman dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Berada di kawasan Pakem, Sleman, ruang literasi ini mengusung konsep perpustakaan sekaligus ruang komunitas.
Suasananya yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan membuat tempat ini terasa lebih tenang sehingga cocok untuk membaca maupun bekerja secara fokus.
Berdasarkan informasi resminya, Ruang Literasi Kaliurang memiliki lebih dari 10.000 judul buku dari berbagai kategori, mulai dari sejarah, sastra, seni budaya, sosial, politik, agama, hingga koleksi buku terbitan luar negeri.
Pengunjung yang telah menjadi anggota dapat memanfaatkan koleksi tersebut untuk dibaca langsung di perpustakaan.
Tak hanya menyediakan ruang baca, Ruang Literasi Kaliurang juga memiliki sejumlah fasilitas penunjang seperti area diskusi, pendopo terbuka, mini cinema, ruang kerja bersama (workspace), akses Wi-Fi, hingga kafe.
Tempat ini pun rutin mengadakan diskusi, seminar, lokakarya, dan berbagai kegiatan komunitas yang berkaitan dengan literasi.
Dengan dominasi unsur kayu, rak buku yang tinggi, serta suasana yang asri, Ruang Literasi Kaliurang menjadi salah satu destinasi favorit bagi pecinta buku maupun pemburu tempat estetik di Yogyakarta.
3. Buku Akik
Berbeda dengan perpustakaan pada umumnya, Buku Akik memadukan konsep toko buku independen dengan ruang baca dalam suasana yang menyerupai rumah.
Didirikan pada tahun 2015 oleh Tomi Wibisono, Buku Akik awalnya lahir dari keinginan menghadirkan ruang yang tidak hanya menjual buku, tetapi juga menjadi tempat bertemu, membaca, dan berdiskusi bagi para pencinta literasi.
Sejak 2018, toko buku ini menempati lokasi di kawasan Jalan Kaliurang yang dikenal lebih tenang dibanding pusat kota.
Keunikan Buku Akik terletak pada pembagian ruangnya. Area toko buku berisi berbagai koleksi buku yang dapat dibeli, sementara area perpustakaan menyediakan ribuan buku yang dapat dibaca di tempat secara gratis.
Koleksinya mencakup novel, sastra, filsafat, politik, sejarah, hingga buku-buku lawas yang sulit ditemukan di toko buku umum.
Interior bergaya vintage menjadi daya tarik lain dari Buku Akik.
Rak-rak kayu, jendela besar, hingga koleksi mesin tik antik yang dapat dicoba pengunjung menciptakan suasana hangat dan berbeda dari toko buku pada umumnya.
Selain itu, tersedia pula area membaca di pendopo sehingga pengunjung dapat menikmati buku sambil merasakan udara segar.
Tak heran jika Buku Akik kerap menjadi tempat berlangsungnya berbagai kegiatan sastra, diskusi buku, hingga pertunjukan musik dalam skala kecil.
Kehadiran aktivitas tersebut membuat Buku Akik bukan sekadar tempat membeli buku, melainkan juga ruang bertemunya komunitas literasi di Yogyakarta
4. Mojok Store
Bagi pecinta buku, nama Mojok Store tentu sudah tidak asing lagi.
Tempat ini merupakan toko buku yang dikelola oleh media Mojok dan dikenal menyediakan beragam buku bertema sastra, filsafat, sosial, politik, sejarah, hingga pengembangan diri.
Selain menerbitkan buku, Mojok Store juga menjadi ruang bagi para pembaca untuk bertemu, berdiskusi, dan mengikuti berbagai kegiatan literasi.
Interior Mojok Store mengusung konsep minimalis dengan dominasi rak-rak kayu yang ditata rapi.
Suasananya terasa hangat dan tenang sehingga pengunjung dapat menikmati waktu untuk memilih buku tanpa terburu-buru. Beberapa sudut ruangan juga dirancang cukup nyaman untuk membaca sejenak sebelum memutuskan membeli buku.
Tak hanya menawarkan buku-buku dari penerbit Mojok, toko ini juga menghadirkan karya dari berbagai penerbit independen lainnya.
Koleksi yang beragam membuat Mojok Store kerap menjadi tujuan mahasiswa maupun anak muda yang mencari bacaan dengan tema-tema yang lebih beragam dibanding toko buku pada umumnya.
Selain berbelanja buku, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai agenda yang sesekali diselenggarakan, seperti peluncuran buku, diskusi, hingga sesi berbincang bersama penulis.
Kehadiran kegiatan tersebut membuat Mojok Store tidak hanya menjadi tempat membeli buku, tetapi juga ruang bertemunya komunitas literasi di Yogyakarta.
5. Solusi Buku
Rekomendasi berikutnya adalah Solusi Buku, toko buku independen yang juga menjadi salah satu tempat favorit mahasiswa maupun pecinta literasi di Yogyakarta.
Tempat ini mengusung konsep toko buku yang dipadukan dengan ruang membaca sehingga pengunjung dapat menikmati suasana yang lebih santai.
Di lantai bawah terdapat area kafe, sementara lantai atas dimanfaatkan sebagai ruang membaca dan bekerja.
Perpaduan tersebut membuat Solusi Buku sering menjadi pilihan bagi pengunjung yang ingin membaca buku sambil menikmati minuman atau mengerjakan tugas.
Ruang bacanya didesain sederhana namun nyaman dengan meja, kursi, akses Wi-Fi, serta sejumlah stopkontak yang mendukung aktivitas belajar maupun bekerja menggunakan laptop.
Suasana yang relatif tenang juga membuat tempat ini cukup diminati oleh mahasiswa yang membutuhkan ruang untuk menyelesaikan tugas atau sekadar membaca buku di luar kampus.
Koleksi buku yang tersedia pun cukup beragam, mulai dari sastra, ilmu sosial, filsafat, sejarah, hingga buku-buku populer.
Pengunjung dapat memilih buku yang ingin dibeli maupun sekadar melihat-lihat koleksi sambil menikmati suasana toko.
Dengan suasana yang nyaman, desain yang estetik, serta koleksi bacaan yang beragam, lima tempat tersebut bisa menjadi alternatif bagi kamu yang ingin membaca buku, mengerjakan tugas, atau sekadar menikmati waktu luang di Yogyakarta.
Jadi, jika sedang mencari tempat baru selain kafe, tak ada salahnya memasukkan salah satu rekomendasi tersebut ke dalam daftar kunjunganmu.
(MG- Mayumi Cinta Mahesi)