Doa Bersama Awali Pembangunan Jembatan Gantung 45 Meter di Kunyi Polman
Nurhadi Hasbi July 04, 2026 02:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN – Warga bersama TNI akan membangun jembatan gantung sepanjang 45 meter di Dusun Kunyi, Desa Kunyi, Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), Sabtu (4/7/2026).

Pembangunan diawali dengan doa bersama yang dihadiri personel TNI, pemerintah desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari Program Jembatan Perintis Garuda yang dilaksanakan melalui skema karya bakti TNI.

Baca juga: 29 Cabor Ikuti Rapat Kerja KONI Polman, Target Juara Umum di Kejurprov 2026

Baca juga: Jembatan Gantung 46 Meter Ambruk Diterjang Banjir di Mamasa, 100 Warga Terisolir

Program tersebut juga melibatkan masyarakat sekitar yang akan bergotong royong dalam proses pembangunannya.

Pembangunan jembatan ini bertujuan membuka keterisolasian wilayah sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah.

Komandan Kodim (Dandim) 1402/Polman, Letkol Inf. Ikhwan Arifin, mengatakan pembangunan jembatan ini telah dimulai.

"Alhamdulillah, hari ini kita menggelar doa bersama sebagai tanda dimulainya pembangunan jembatan,” kata Ikhwan dalam keterangannya.

Ia mengatakan doa bersama digelar agar seluruh proses pembangunan berjalan lancar, aman, dan selesai tepat waktu.

Jembatan gantung sepanjang 45 meter itu akan menghubungkan jalan poros Desa Kunyi menuju Kampung Kunyi yang selama ini dipisahkan oleh aliran sungai.

Menurut Ikhwan, keberadaan jembatan tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi jalur strategis untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.

"Harapan kita, setelah jembatan ini selesai, konektivitas masyarakat semakin baik. Distribusi hasil pertanian menjadi lebih mudah sehingga dapat mendorong peningkatan perekonomian masyarakat," ujarnya.

Permudah Akses ke Kampung Bersejarah

Ia menyebut jembatan ini juga memiliki nilai historis karena akan membuka akses menuju Kampung Kunyi yang oleh masyarakat setempat diyakini sebagai salah satu kawasan permukiman tertua di Desa Kunyi.

Di kawasan tersebut masih terdapat bangunan Masjid Tua Kunyi yang sudah tidak lagi digunakan sebagai tempat ibadah.

Selain itu, masih terdapat jejak bekas permukiman lama yang hingga kini dikenal masyarakat sebagai bagian dari sejarah awal terbentuknya Desa Kunyi.

Sementara itu, Kepala Desa Kunyi, Anri, menyampaikan apresiasi kepada TNI karena kembali membangun jembatan di wilayahnya.

Ia mengatakan pembangunan jembatan gantung tersebut merupakan jembatan ketiga yang dibangun TNI di Desa Kunyi dalam beberapa tahun terakhir.

"Alhamdulillah kami sangat bersyukur. Ini merupakan jembatan ketiga yang dibangun oleh TNI di Desa Kunyi,” kata Anri.

Ia menjelaskan jembatan pertama dibangun melalui program TMMD yang menghubungkan Dusun Tappang dan Tondok Bakaru.

Jembatan kedua adalah Jembatan Perintis Garuda jenis Armco di Dusun Tondok Bakaru yang kini telah selesai dibangun.

“Sekarang kembali dibangun jembatan gantung menuju Kampung Kunyi," katanya.

Ia menilai keberadaan jembatan tersebut tidak hanya mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga memudahkan akses menuju kawasan kampung tua yang memiliki nilai sejarah bagi warga Desa Kunyi. (*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.