TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Aris Maulana begitu menikmati perjalanan dari Kabupaten Batang menuju Semarang melewati jalan Pantura.
Setiba di Pantura Brangsong, dia tak lagi merasakan kemacetan di tengah terik matahari.
Aris masih ingat, ketika seminggu lalu masih terjebak kemacetan imbas pengecoran jalan. Namun pada Sabtu (4/7/2026), kemacetan tak lagi terlihat.
Baca juga: Tangis Ngatini Menolak Regrouping SDN 3 Plantaran, Oknum OPD Pemkab Kendal Diduga Intimidasi Guru
Hanya ada beberapa pengerjaan tahap akhir di bahu jalan menggunakan bekas aspal di jalan itu yang sebelumnya dikeruk.
"Sudah hampir sebulan lewat sini macet, harus sabar apalagi waktu siang panas," katanya.
Selain menjadi lebih nyaman tanpa kontur jalan bergelombang, Aris juga merasa jalan Pantura Brangsong kini lebih lebar.
Dia juga mengenang masa ketika dirinya hampir terjatuh menghindari aspal yang bergelombang sebelum dilakukan pengecoran.
"Sekarang kerasa lebih lebar ya, lebih halus tidak bergelombang seperti sebelum dicor," sambungnya.
Meski begitu, Aris tetap waspada lantaran kendaraan yang melintas di jalur tersebut memacu kecepatan tinggi setelah jalan menjadi mulus dan lebar.
"Kalau pas sepi ya kenceng, harus tetap hati-hati," tuturnya.
Kanit Turjawali Satlantas Polres Kendal, Ipda Veri Okta Dwi Saputra, mengatakan, seluruh proyek pengecoran yang dimulai bulan lalu itu, kini telah tuntas.
Meski begitu, masih ada beberapa titik pengerjaan akhir di bahu jalan.
"Tinggal yang di ujung-ujung perbatasan dengan cor sebelumnya yang belum berumur. Tapi cor sudah selesai," terangnya.
Veri menambahkan, selain dicor, jalan Pantura Brangsong juga diperlebar 1 meter untuk memperlancar arus lalu lintas.
Menurutnya, Pantura Brangsong menjadi satu di antara jalur padat yang perlu mendapat perhatian lebih.
"Yang di ujung sebagian cornya masih belum berumur jadi belum bisa dibuka," paparnya.
Meski begitu, Veri memperkirakan jalur Pantura Brangsong akan dibuka penuh di kedua lajur mulai besok.
"Besok kemungkinan besar sudah bisa dilalui, tapi tetap berhati-hati," tandasnya. (ags)
Baca juga: Belum Status UHC, Pemkab Kendal Masih Kekurangan 116 Ribu Peserta BPJS Kesehatan