SRIPOKU.COM, PALI – Seorang pelajar berinisial MRG (16), warga Desa Air Itam, Kecamatan Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumsel, diamankan Satresnarkoba Polres PALI setelah diduga hendak menjual sembilan butir pil ekstasi kepada polisi yang menyamar sebagai pembeli.
Penangkapan dilakukan dalam operasi undercover buy pada Jumat (3/7/2026) dini hari.
Penangkapan berlangsung sekitar pukul 00.15 WIB di Desa Air Itam Timur, Kecamatan Penukal, setelah polisi menindaklanjuti informasi masyarakat mengenai dugaan adanya transaksi narkotika di wilayah tersebut.
Kapolres PALI AKBP Yunar HP Sirait melalui Kasat Narkoba AKP Dedy Suandy mengatakan, tim Satresnarkoba melakukan penyelidikan dengan teknik penyamaran sebagai pembeli (undercover buy).
"Menindaklanjuti informasi masyarakat, kami memerintahkan tim untuk melakukan penyelidikan. Anggota kemudian melakukan teknik penyamaran sebagai pembeli (undercover buy)," ujar AKP Dedy Suandy, kepada Sripoku.com Sabtu (4/7/2026).
Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan MRG beserta barang bukti berupa sembilan butir pil yang diduga narkotika jenis ekstasi berlogo Iron Man dengan berat bruto 3,33 gram.
Selain pil ekstasi, polisi juga menyita satu unit sepeda motor Honda Beat dan satu unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas peredaran narkotika.
AKP Dedy Suandy menjelaskan, penangkapan dilakukan setelah transaksi antara petugas yang menyamar dengan terduga pelaku berhasil dilakukan di lokasi kejadian.
"Kami masih melakukan pengembangan untuk mengungkap pemasok maupun pihak lain yang terlibat. Barang bukti akan diperiksa di Laboratorium Forensik Polda Sumatera Selatan dan terhadap tersangka juga akan dilakukan tes urine serta pemeriksaan sesuai prosedur hukum yang berlaku," katanya.
Sementara itu, saat dimintai keterangan, MRG mengakui kepemilikan barang bukti yang diamankan polisi.
"Ya milik saya," ujar tersangka singkat.
Hingga kini, Satresnarkoba Polres PALI masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika yang diduga terkait dengan kasus tersebut.