Jembatan Peninggalan Belanda Tahun 1922 di Sukabumi Kini Kokoh Kembali, Jadi Spot Wisata Baru
Muhamad Syarif Abdussalam July 04, 2026 04:11 PM

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Dian Herdiansyah

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI – Tepuk tangan riuh disertai raut wajah semringah penuh syukur dan bangga mewarnai peresmian Jembatan Gantung Prima Jantake di Desa Sasagara, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (4/7/2026).

Jembatan bersejarah yang pertama kali dibangun pada 1922 di masa kolonial Belanda itu kini kembali berdiri kokoh setelah direvitalisasi.

Selama bertahun-tahun, jembatan yang melintasi Sungai Cimandiri tersebut mengalami kerusakan dan hanya mendapat perbaikan sementara. Kini, akses utama masyarakat kembali layak digunakan.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo bersama Bupati Sukabumi Aep Japar meresmikan Jembatan Gantung Prima Jantake di Desa Sasagara, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (4/7/2026).

Peresmian jembatan yang bertepatan dengan momentum Hari Bhayangkara ke-80 itu disambut antusias masyarakat. Infrastruktur tersebut diharapkan menjadi solusi bagi mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan.

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo mengatakan pembangunan Jembatan Gantung Prima Jantake diselesaikan dalam waktu sekitar 40 hari oleh pihak ketiga.

"Alhamdulillah hari ini kita dapat meresmikan Jembatan Gantung Prima Jantake Semoga jembatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama anak-anak yang berangkat sekolah, petani yang mengangkut hasil pertanian, hingga masyarakat yang membutuhkan akses cepat menuju rumah sakit dalam kondisi darurat," kata Sentot.

Menurutnya, secara teknis jembatan mampu menahan beban sekitar 20 hingga 30 orang. Namun, untuk menjaga keamanan dan usia konstruksi, pengguna dibatasi maksimal 10 pejalan kaki dalam satu waktu. 

"Sedangkan kendaraan roda dua hanya diperbolehkan dua unit melintas secara bergantian," ucapnya.

Sentot mengungkapkan, tingginya antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang datang mengunjungi jembatan, sebagai tempat wisata baru saat libur sekolah terutama pada pagi dan sore hari.

Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan pemerintah desa agar pengamanan dan perawatan jembatan dilakukan secara berkelanjutan.

"Kami juga melibatkan Polsek dan Koramil untuk melakukan patroli rutin sehingga keamanan, ketertiban, dan kebersihan jembatan tetap terjaga," ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan Jembatan Gantung Prima Jantake tidak hanya menjadi sarana penghubung masyarakat, tetapi juga memiliki potensi sebagai destinasi wisata baru. 

"Kawasan di sekitar Sungai Cimandiri dinilai dapat dikembangkan menjadi lokasi arung jeram hingga spot swafoto yang mampu meningkatkan perekonomian warga," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Sukabumi Aep Japar mengapresiasi Polres Sukabumi Kota yang telah membangun kembali jembatan tersebut melalui program Hari Bhayangkara ke-80.

Menurut Aep, Jembatan Gantung Prima jantake memiliki peran strategis karena menghubungkan Desa Sasagara dan Desa Bojonglongok, sekaligus menjadi akses penting bagi masyarakat di Kecamatan Kebonpedes, Nyalindung, dan Gegerbitung.

"Jembatan ini sangat luar biasa manfaatnya. Selain memperlancar distribusi hasil pertanian, juga memudahkan anak-anak menuju sekolah dan mempercepat masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan," kata Aep.

Ia menjelaskan, Jembatan Prima Jantake merupakan jembatan bersejarah yang dibangun sejak 1922 pada masa kolonial Belanda. Selama bertahun-tahun, perbaikan yang dilakukan hanya bersifat sementara.

"Alhamdulillah melalui program Hari Bhayangkara ke-80 Polres Sukabumi Kota, jembatan ini akhirnya dibangun kembali secara permanen sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang," ucapnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.