Kobaran Api di Permukaan Mulai Berkurang, Pemadaman TPA Jatiwaringin Tangerang Terus Berlangsung
Irwan Wahyu Kintoko July 04, 2026 04:22 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mendatangkan 30 personel Manggala Agni dari Jawa Barat dan Sulawesi untuk mempercepat pemadaman kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, memasuki hari kelima, Sabtu (4/7/2026).

Meski kobaran api di permukaan mulai berkurang, proses pemadaman masih terus berlangsung.

Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faizal Malik Hendropriyono, mengatakan, karakteristik kebakaran di TPA Jatiwaringin mirip dengan kebakaran lahan gambut.

Karena itu, KLH mengerahkan personel Manggala Agni yang selama ini berpengalaman menangani kebakaran hutan dan lahan gambut.

Baca juga: 154 Warga Alami Infeksi Saluran Pernapasan Akut Akibat Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang

"Mereka ahli memadamkan kebakaran lahan gambut yang karakteristiknya serupa dengan TPA ini," kata Diaz, Sabtu. 

Diaz menyebutkan, penyemprotan air dari permukaan saja belum cukup efektif untuk memadamkan bara api yang berada di bawah timbunan sampah.

Oleh karena itu, tim Manggala Agni menerapkan teknik injeksi air langsung ke bagian bawah gunungan sampah agar bara api yang masih menyala dapat segera dipadamkan.

"Di bagian atas terlihat sudah padam, tetapi di bagian bawah masih ada apinya karena mengandung gas metana (CH4), terdapat potensi ledakan juga," ujar Diaz.

Baca juga: Kebakaran Gudang di Cakung Jakarta Timur, Api Diduga Muncul Akibat Korsleting Listrik

Dikutip dari Kompas.com, di lokasi Kebakaran menunjukkan petugas gabungan dari pemadam kebakaran, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kepolisian, dan TNI masih berjibaku memadamkan bara api yang diduga masih menyala di bawah timbunan sampah.

Asap putih terus membumbung dari sela-sela gunungan sampah.

Petugas berupaya menekan kepulan asap tersebut dengan menyemprotkan air menggunakan selang pemadam.

Selain itu, ada empat unit ekskavator dikerahkan untuk membongkar timbunan sampah yang masih mengeluarkan asap.

Baca juga: Kebakaran di Warkopolim Melawai Jakarta Selatan, Percikan Api Diduga Berasal dari Alat Penggorengan

Penggalian dilakukan karena dikhawatirkan masih terdapat bara api yang menyala di bawah gunungan sampah.

Upaya pemadaman juga dilakukan dari udara menggunakan helikopter water bombing jenis MI-8AMT milik BNPB.

Helikopter itu tampak bolak-balik mengambil air dari danau menggunakan bambi bucket berwarna oranye sebelum menjatuhkannya ke titik-titik yang masih mengeluarkan asap.

 

Sumber: Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.