POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Belitung Timur mencatat inflasi sebesar 0,20 persen secara month to month (m-to-m) pada Juni 2026.
Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,17 persen.
Statistisi Ahli Madya BPS Belitung Timur, Fetia Nursih Widiastuti mengatakan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi bulan Juni dengan andil sebesar 0,09 persen. Adapun komoditas penyumbang terbesar ialah daging ayam, ikan kembung dan ikan kerisi.
Sebaliknya, Fetia menyebut ada sejumlah komoditas menyumbang andil deflasi secara bulanan. Komoditas tersebut adalah sawi hijau sebesar 0,19 persen, cabai rawit sebesar 0,10 persen, dan udang basah sebesar 0,10 persen.
"Beberapa komoditas yang menyumbang deflasi secara m-to-m di antaranya sawi hijau sebesar 0,19 persen, cabai rawit sebesar 0,10 persen, dan udang basah sebesar 0,10 persen," ucapnya.
Sementara secara year on year (y-on-y), BPS mencatat terjadi inflasi di Kabupaten Beltim sebesar 2,84 persen pada Juni 2026, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) di angka 108,35.
Fetia mengatakan, kenaikan harga ditunjukkan oleh naiknya indeks di hampir seluruh lini. Adapun kenaikan tertinggi dipimpin oleh kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang melesat hingga 8,62 persen.
"Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,62 persen dipicu oleh kenaikan harga emas dan perhiasan. Lalu di posisi kedua ada kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 4,47 persen yang dipicu oleh kenaikan harga pada cumi-cumi dan beras," rincinya.
Adapun dari seluruh sektor pengeluaran yang didata oleh BPS Beltim pada Juni 2026 ini, hanya ada satu sektor yang indeks harganya terpantau stabil.
"Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya pada Juni 2026 terpantau stagnan, tidak mengalami inflasi maupun deflasi," ungkap Fetia. (Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)