Dari Umsura, Kepala BRIN Ajak Kampus Ubah Riset Menjadi Inovasi yang Menggerakkan Ekonomi
Wiwit Purwanto July 04, 2026 05:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Perguruan tinggi swasta dinilai memiliki peluang besar menjadi motor penggerak inovasi nasional apabila mampu membangun budaya riset yang kuat dan berkelanjutan.

Optimisme itu disampaikan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., saat kuliah tamu di Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Sabtu (4/7/2026).

Kuliah tamu tersebut menjadi ruang bagi BRIN dan kalangan akademisi untuk memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem riset yang tidak berhenti pada publikasi ilmiah.

Melalui kolaborasi dengan industri, pemerintah, dan dunia usaha, hasil penelitian diharapkan mampu melahirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Riset Harus Melahirkan Inovasi Berdampak

Dalam paparannya, Arif menegaskan perguruan tinggi memegang peran strategis dalam mengakselerasi transformasi Indonesia menuju innovation-driven economy, yakni pertumbuhan ekonomi yang bertumpu pada riset, inovasi, teknologi, dan kualitas sumber daya manusia.

Baca juga: Forum HIPELKI 2026 Soroti Nasib Inovasi Kesehatan, Riset Banyak Tapi Sulit Menembus Pasar

"Karena itu, perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi mampu menghadirkan inovasi yang berdampak bagi industri dan masyarakat," ujarnya.

Menurut Arif, tantangan terbesar riset nasional saat ini bukan lagi menghasilkan penelitian, melainkan mengubah hasil riset menjadi produk, teknologi, maupun bisnis yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Karena itu, ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah, dan dunia usaha menjadi kunci agar hilirisasi riset berjalan lebih optimal.

Dalam kesempatan tersebut, Arif juga memperkenalkan berbagai skema pendanaan riset yang dapat dimanfaatkan perguruan tinggi, mulai dari RIIM, Program Riset Inovasi Strategis (PRIS), Matching Fund RIIM Startup, alih teknologi, hingga program hilirisasi inovasi.

"Semua skema tersebut diarahkan agar riset menghasilkan solusi nyata bagi pangan, energi, kesehatan, industri, hingga ketahanan sosial," katanya.

Baca juga: Inovasi Mahasiswa Unair Surabaya : Ciptakan Deodoran Berbahan Tawas Lokal yang Modern

Usai kuliah tamu, Arif kembali menegaskan bahwa perguruan tinggi swasta memiliki kesempatan besar berkembang menjadi kampus unggul apabila mampu membangun budaya riset yang kuat.

"Perguruan tinggi itu dinamis. Banyak perguruan tinggi yang awalnya kecil kemudian menjadi besar karena memiliki mindset, strategi, kemauan bekerja keras, dan terus belajar. Yang perlu kita bangun adalah optimisme, khususnya bagi perguruan tinggi swasta karena memiliki potensi besar menghasilkan lulusan unggul sekaligus inovasi unggul," ujarnya.

Ia menambahkan budaya riset harus menjadi fondasi lahirnya inovasi yang mampu mendorong pembangunan daerah maupun nasional.

BRIN, lanjut Arif, juga tengah menyiapkan program Rumah Inovasi Daerah di setiap provinsi sebagai wadah membangun ekosistem riset dan inovasi berbasis potensi wilayah.

"Kalau kampus-kampus di Indonesia membangun kekuatan riset berbasis potensi wilayah, maka ini akan berdampak pada kemajuan daerah. Peran kampus, BRIN, dan lembaga riset harus diorkestrasi dalam satu ekosistem agar mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah," katanya.

Ia menjelaskan fokus riset di setiap provinsi akan disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing, mulai sektor pangan, perkebunan, pertambangan hingga industri kreatif.

Terkait peluang memperoleh pendanaan, Arif memastikan pemerintah terus memberikan afirmasi kepada perguruan tinggi swasta melalui berbagai skema hibah riset.

"BRIN memberikan kesempatan kepada PTS untuk mendapatkan berbagai skema hibah riset. Kami tidak bisa bekerja sendiri karena banyak riset di perguruan tinggi swasta yang juga sangat bagus," ujarnya.

Umsura Perkuat Kolaborasi dengan BRIN

Sementara itu, Rektor Umsura, Prof. Dr. Mundakir, S.Kep., Ns., M.Kep., FISQua, mengatakan penguatan ekosistem riset menjadi salah satu prioritas kampus. Hal itu ditunjukkan melalui peningkatan capaian hibah penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pendanaan riset dari berbagai skema kompetitif nasional.

Selama periode 2025–2026, jumlah hibah penelitian meningkat dari 56 menjadi 66 judul. Secara keseluruhan, hibah penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diperoleh Umsura mencapai 248 judul pada 2025 dan 111 judul pada 2026 sesuai periode pendanaan yang sedang berjalan.

Prestasi tersebut turut diperkuat dengan raihan Silver Winner kategori penelitian dan Gold Winner kategori pengabdian kepada masyarakat pada BIMA Award 2025. Selain itu, Umsura juga masuk dalam 10 besar perguruan tinggi penerima Grant RIIM BRIN periode 2022–2023.

Menurut Mundakir, capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperluas kerja sama strategis dengan BRIN agar hasil riset semakin memberi manfaat bagi masyarakat.

"Sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga riset nasional diperlukan agar hasil-hasil penelitian tidak berhenti sebagai publikasi ilmiah, tetapi mampu menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung pembangunan nasional," katanya.

Ia berharap kunjungan Kepala BRIN menjadi momentum memperkuat kolaborasi strategis antara Umsura dan BRIN dalam pengembangan riset, inovasi, serta hilirisasi hasil penelitian agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.