Kunjungan PM Narendra Modi ke Indonesia Perkuat Kerja Sama Bilateral Strategis
Titis Jati Permata July 04, 2026 05:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA – Menjelang kunjungan resmi Perdana Menteri India, Narendra Modi, ke Indonesia dalam waktu dekat, perhatian publik kembali tertuju pada perjalanan kepemimpinannya yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.

Lawatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan India di berbagai sektor strategis.

Dalam diskusi media yang digelar secara daring oleh Konsulat Kehormatan India untuk Jawa Timur dan Jawa Tengah, Jumat (3/7/2026), sejumlah capaian pemerintahan Modi dipaparkan sebagai gambaran transformasi yang tengah berlangsung di India.

Pererat Kerja Sama Kedua Negara

Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty mengatakan kunjungan resmi Modi ke Indonesia diharapkan semakin mempererat kerja sama kedua negara.

"Kunjungan resmi PM Narendra Modi ke Indonesia diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Indonesia dan India selama ini menjalin kerja sama yang erat di berbagai sektor, mulai dari perdagangan, investasi, pertahanan, ekonomi digital hingga penguatan stabilitas kawasan Indo-Pasifik," ujarnya.

Dilantik Jadi PM Tiga Kali Berturut-turut

Shri Sandeep Chakravorty menjelaskan, Modi sendiri kembali dilantik sebagai Perdana Menteri India untuk masa jabatan ketiga berturut-turut pada 9 Juni 2024.

Keberhasilan tersebut menjadikannya salah satu pemimpin India dengan masa jabatan terpanjang di era modern sekaligus mencerminkan tingginya kepercayaan publik terhadap arah pembangunan yang dijalankan pemerintahannya sejak 2014.

Baca juga: Lamongan Jajaki Peluang Investasi dan Kerja Sama Ekonomi dengan India

Lahir di negara bagian Gujarat pada 17 September 1950, Modi berasal dari keluarga sederhana dan termasuk kelompok Other Backward Class (OBC), kelompok masyarakat yang secara historis menghadapi tantangan dalam bidang ekonomi dan pendidikan.

Latar belakang tersebut disebut membentuk karakter kepemimpinannya yang dekat dengan masyarakat dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan kelompok berpenghasilan rendah.

Filosofi Pembangunan PM Modi

Sejak memimpin pemerintahan, Modi mengusung filosofi pembangunan "Sabka Saath, Sabka Vikas, Sabka Vishwas", yang berarti Bersama Semua, Pembangunan untuk Semua, Kepercayaan Semua.

Filosofi itu menjadi dasar berbagai kebijakan yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi inklusif, pembangunan infrastruktur, keamanan nasional, serta perluasan program perlindungan sosial.

Di bidang pengentasan kemiskinan, pemerintah India mengklaim berhasil menurunkan angka kemiskinan multidimensi secara signifikan.

Berdasarkan data NITI Aayog, hampir 250 juta warga India keluar dari kategori kemiskinan multidimensi sepanjang periode 2005 hingga 2026.

Program perlindungan sosial juga terus diperluas.

Melalui program Pradhan Mantri Ujjwala Yojana yang diluncurkan pada 2016, lebih dari 100 juta keluarga kurang mampu memperoleh sambungan gas memasak gratis, terutama bagi rumah tangga yang dipimpin perempuan. 

Program tersebut dinilai membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kayu bakar.

Infrastruktur Dasar Hingga Perumahan

Di sektor infrastruktur dasar, pemerintah India menyebut sekitar 18.000 desa yang sebelumnya belum menikmati akses listrik kini telah terhubung dengan jaringan listrik nasional.

Sementara di bidang perumahan, melalui program PM Awas Yojana, lebih dari 42 juta rumah telah disetujui pembangunannya sepanjang 2014–2024.

Setelah kembali dilantik pada 2024, kabinet Modi juga menyetujui pembangunan tambahan 30 juta rumah bagi masyarakat di wilayah pedesaan maupun perkotaan.

Perhatian terhadap sektor pertanian diwujudkan melalui program PM-KISAN, yang memberikan bantuan langsung kepada lebih dari 92 juta petani.

Pembangunan infrastruktur transportasi juga menjadi salah satu fokus utama pemerintahan Modi.

Pemerintah India memperluas jaringan jalan tol, jalur kereta api, konektivitas digital hingga transportasi air sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing ekonomi nasional.

Pembangunan Transportasi

Dalam keterangan resmi Kedutaan Besar India di Indonesia disebutkan, pembangunan transportasi menjadi instrumen penting dalam transformasi ekonomi.

"PM Modi percaya bahwa transportasi merupakan sarana penting menuju transformasi. Oleh karena itu, Pemerintah India terus bekerja untuk menciptakan infrastruktur generasi masa depan," katanya

Salah satu program yang menjadi perhatian ialah skema UDAN (Ude Desh Ka Aam Nagrik) yang memperluas akses penerbangan domestik sehingga meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru.

Di sektor industri, pemerintahan Modi menjalankan program Make in India untuk memperkuat posisi India sebagai pusat manufaktur global.

Pemerintah juga melakukan reformasi investasi dan penyederhanaan regulasi usaha.

Posisi India Meningkat

Berdasarkan data pemerintah India, posisi India dalam indeks Ease of Doing Business meningkat dari peringkat 142 pada 2014 menjadi posisi 63 pada 2019.

Reformasi perpajakan juga dilakukan melalui penerapan Goods and Services Tax (GST) pada 2017 dengan konsep One Nation, One Tax.

Selain dikenal melalui berbagai program pembangunan, Modi juga aktif membangun komunikasi langsung dengan masyarakat melalui kunjungan ke berbagai daerah dan pemanfaatan platform digital.

Shri Sandeep Chakravorty berharap pertemuan antara Indonesia dan India nantinya tidak hanya mempererat hubungan diplomatik, tetapi juga membuka peluang baru bagi peningkatan kemitraan strategis yang saling menguntungkan.

"Pertemuan kedua negara juga diharapkan membuka peluang baru bagi peningkatan kemitraan strategis yang saling menguntungkan," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.