Mentan Amran Tegaskan Seluruh Lahan Program Cetak Sawah di Papua Jadi Milik Rakyat
Seno Tri Sulistiyono July 04, 2026 05:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, MERAUKE - Pemerintah terus mempercepat program cetak sawah di Papua sebagai bagian dari strategi mewujudkan swasembada pangan nasional. 

Khusus di Papua Selatan, program tersebut menjadi yang terbesar dengan target cetak sawah mencapai 48.934 hektare hingga 2026.

Secara keseluruhan di wilayah Papua, pemerintah menargetkan pembangunan 83.030 hektare sawah baru serta optimasi lahan seluas 54.399 hektare pada periode 2024-2026.

Baca juga: Mentan Amran: Program Cetak Sawah di Merauke Bikin Pendapatan Petani Naik 300 Persen

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, target cetak sawah di Papua tersebar di Papua Selatan seluas 48.934 hektare, Papua 12.246 hektare, Papua Barat Daya 16.475 hektare, Papua Barat 3.373 hektare dan Papua Pegunungan 2.000 hektare.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, seluruh lahan yang dicetak melalui program pemerintah menjadi milik masyarakat setempat, bukan milik pemerintah maupun pihak lain.

"Semua lahan dicetak adalah milik rakyat, milik masyarakat, putra daerah di Merauke, Papua Selatan ini. Begitu pula daerah Papua lainnya, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah juga meminta cetak sawah, itu milik rakyat semua," tutur Amran dalam acara Gerakan Tanam Padi Bersama Pada Lahan Cetak Sawah Rakyat Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu (4/7/2026).

Amran mengatakan antusiasme masyarakat terhadap program tersebut terus meningkat, khusus di Papua Selatan, banyak warga yang meminta luasan lahan ditambah.

Dalam kunjungannya, ia mengungkapkan warga Kampung Urumb, Merauke bahkan mengajukan tambahan cetak sawah seluas 2.000 hektare.

"Iya tadi ada, tadi minta cetak sawah 2.000 hektar, di Kampung Urumb bahkan minta tambah. Jadi tolong saudaraku sahabatku, jangan diatasnamakan masyarakat di sini bahwa tidak setuju dengan kedatangan kegiatan cetak sawah, karena ternyata begitu kami hadir itu membuahkan hasil pendapatannya naik 300 persen dan malah bahkan meminta lagi cetak sawah. Insyaallah tahun ini kami bantu sebagian Pace ya, tetap nanti dilanjutkan tahun depan," ujarnya.

Menurut Amran, peningkatan kesejahteraan petani menjadi tujuan utama program cetak sawah yang dijalankan atas arahan Presiden Prabowo Subianto.

"Alhamdulillah program Bapak Presiden yang diperintahkan kami adalah cetak sawah itu milik rakyat, kemudian dengan alat mesin pertanian membuahkan hasil. Tadi Pak Bupati menyampaikan dalam pidatonya dan kami mengecek data meningkat pendapatannya 300 persen. Inilah tujuan kita," ucapnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.