Sulit Paham Meski Sudah Banyak Membaca? Coba 7 Cara Ini
Joko Widiyarso July 04, 2026 06:05 PM

TRIBUNJOGJA.COM- Pernah merasa sudah membaca puluhan halaman buku, tetapi beberapa saat kemudian justru kesulitan mengingat isinya? 

Kondisi seperti ini ternyata cukup umum terjadi. Banyak orang mengira membaca lebih lama atau lebih cepat akan membuat mereka lebih memahami materi, padahal belum tentu demikian.

Dalam dunia pendidikan, membaca yang efektif bukan hanya soal menyelesaikan banyak halaman.

Melainkan bagaimana seseorang memahami, mengolah, dan mampu mengingat kembali informasi yang telah dibaca. 

Karena itu, salah satu cara yang banyak direkomendasikan adalah menerapkan teknik membaca aktif (active reading), bukan sekadar membaca secara pasif. 

Teknik ini mendorong pembaca untuk lebih terlibat dengan isi bacaan sehingga pemahaman menjadi lebih baik.

Lalu, bagaimana cara membaca buku agar lebih efektif? Berikut beberapa strategi yang dapat Anda coba.

1. Luangkan Waktu untuk Mengenali Isi Buku Sebelum Mulai Membaca

Kebiasaan yang sering dilakukan banyak orang adalah langsung membaca halaman pertama hingga terakhir. 

Padahal, meluangkan waktu sekitar dua hingga lima menit untuk mengenali isi buku terlebih dahulu dapat membantu otak memahami gambaran besar dari bacaan.

Metode ini dikenal sebagai tahap Survey dalam teknik SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, Review) yang dikembangkan oleh psikolog pendidikan Francis P. Robinson. 

Pada tahap ini, pembaca disarankan melihat judul, daftar isi, subjudul, gambar, atau ringkasan bab sebelum mulai membaca secara mendalam.

Dengan mengetahui struktur bacaan lebih dahulu, otak memiliki "peta" mengenai topik yang akan dipelajari. 

Hal ini membuat informasi baru lebih mudah dipahami karena pembaca telah memiliki gambaran umum mengenai isi buku.

Cara sederhana ini membantu mengetahui hubungan antarbab sehingga proses membaca menjadi lebih terarah.

2. Ubah Judul atau Subjudul Menjadi Pertanyaan

Setelah memahami gambaran umum buku, langkah berikutnya adalah membuat pertanyaan sebelum mulai membaca.

Misalnya, jika menemukan subjudul "Apa Itu Stoikisme?", ubahlah menjadi pertanyaan seperti, "Apa yang dimaksud dengan Stoikisme?" atau "Mengapa Stoiksme masih relevan hingga sekarang?"

Menurut panduan SQ3R, membuat pertanyaan sebelum membaca membantu otak memiliki tujuan yang jelas saat mencari informasi. 

Dengan kata lain, pembaca tidak hanya melihat deretan kalimat, tetapi secara aktif mencari jawaban dari pertanyaan yang telah dibuat.

Strategi ini juga dapat meningkatkan konsentrasi karena perhatian pembaca akan lebih terfokus pada informasi yang benar-benar penting.

3. Jangan Sekadar Membaca, tetapi Cari Jawaban dari Pertanyaanmu

Banyak orang membaca dengan pola yang sama: membuka buku, membaca paragraf demi paragraf, lalu berpindah ke halaman berikutnya. 

Cara seperti ini sering kali membuat aktivitas membaca menjadi pasif sehingga informasi lebih mudah terlupakan.

Sebaliknya, membaca aktif (active reading) mendorong pembaca untuk terus berpikir selama proses membaca berlangsung. 

Saat menemukan informasi yang menjawab pertanyaan yang telah dibuat sebelumnya, tandai bagian tersebut atau tuliskan poin penting menggunakan kalimat sendiri.

Dengan membaca secara aktif, pembaca tidak hanya menerima informasi, tetapi juga menghubungkannya dengan pengetahuan yang telah dimiliki. Cara ini membantu isi bacaan lebih mudah dipahami dan diingat

Namun, bukan berarti seluruh halaman perlu diberi stabilo. 

Menandai terlalu banyak kalimat justru dapat membuat informasi penting sulit dibedakan dari penjelasannya.

Karena itu, pilihlah bagian yang benar-benar menjadi inti pembahasan dan hindari memberi tanda pada hampir setiap paragraf.

4. Setelah Selesai Membaca Satu Bagian, Tutup Bukunya dan Coba Jelaskan Kembali

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah langsung melanjutkan ke halaman berikutnya tanpa memastikan apakah isi bacaan benar-benar dipahami.

Padahal, dalam metode SQ3R terdapat tahap Recite, yaitu mencoba menjelaskan kembali isi bacaan menggunakan kata-kata sendiri setelah selesai membaca satu bagian. 

Caranya cukup sederhana. Tutup buku sejenak, lalu coba ingat kembali poin-poin utama tanpa melihat halaman yang baru dibaca. 

Jika masih ada bagian yang terlupa, buka kembali buku hanya pada bagian tersebut, bukan mengulang seluruh bab dari awal.

Teknik ini membantu melatih kemampuan mengingat sekaligus menunjukkan bagian mana yang masih belum dipahami. 

Dibanding terus membaca tanpa berhenti, meluangkan waktu beberapa menit untuk mengingat kembali isi bacaan justru dapat membuat proses belajar menjadi lebih efektif dalam jangka panjang.

5. Luangkan Waktu untuk Meninjau Kembali Isi Bacaan

Setelah berhasil menyelesaikan satu bab atau beberapa bagian buku,. Sisihkan beberapa menit untuk meninjau kembali poin-poin penting yang telah dipelajari.

Dalam metode SQ3R, langkah ini dikenal sebagai Review, yaitu membaca ulang catatan, melihat kembali bagian yang telah diberi tanda, atau mengingat kembali inti pembahasan. 

Tujuannya bukan mengulang seluruh isi buku, melainkan memperkuat informasi yang telah dipahami sehingga lebih mudah diingat dalam jangka panjang. 

Karena itu, meluangkan waktu untuk mengulang kembali isi bacaan secara berkala dapat membantu memperkuat pemahaman sekaligus membuat informasi tidak mudah terlupakan.. 

Sebagai contoh, jika selesai membaca satu bab buku pengembangan diri atau buku kuliah, cobalah melihat kembali poin-poin yang telah dicatat selama dua hingga tiga menit

 Cara sederhana ini sering kali lebih efektif dibanding langsung berpindah ke bab berikutnya tanpa melakukan review.

6. Beri Jeda Saat Membaca agar Konsentrasi Tetap Terjaga

Membaca dalam waktu lama tanpa istirahat sering dianggap sebagai tanda belajar yang produktif. 

Padahal, konsentrasi seseorang memiliki batas sehingga memaksakan diri membaca terus-menerus justru dapat membuat informasi lebih sulit dipahami.

Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah membagi waktu membaca menjadi beberapa sesi singkat dengan jeda di antaranya. 

Teknik seperti Pomodoro, misalnya membaca selama sekitar 25 menit kemudian beristirahat selama lima menit, banyak digunakan untuk membantu menjaga fokus saat belajar maupun bekerja. 

Meski durasinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing, memberikan jeda singkat dapat membantu otak memproses informasi sebelum menerima materi berikutnya. 

Selama waktu istirahat, hindari langsung membuka media sosial dalam waktu yang lama karena perhatian dapat teralihkan. Sebaliknya, manfaatkan jeda untuk meregangkan tubuh, berjalan sebentar, atau minum air putih agar pikiran kembali segar sebelum melanjutkan membaca.

7. Buat Ringkasan dengan Kalimatmu Sendiri

Banyak orang merasa sudah memahami isi buku hanya karena berhasil menyelesaikan banyak halaman. 

Namun, pemahaman sebenarnya akan lebih terlihat ketika seseorang mampu menjelaskan kembali informasi tersebut menggunakan bahasanya sendiri.

Karena itu, setelah selesai membaca satu bab, cobalah menulis ringkasan singkat yang berisi inti pembahasan. 

Tidak perlu panjang, cukup beberapa kalimat yang merangkum poin penting dari bacaan tersebut.

Menjelaskan kembali materi dengan kata-kata sendiri membantu memastikan bahwa informasi benar-benar dipahami, bukan sekadar diingat sementara. 

Cara ini juga memudahkan pembaca ketika ingin mengulang materi di kemudian hari karena tidak perlu membaca ulang seluruh isi buku. 

Ringkasan tersebut dapat ditulis di buku catatan,di ponsel, atau bahkan dalam bentuk poin-poin sederhana. 

Yang terpenting, usahakan menggunakan kalimat sendiri agar otak benar-benar mengolah informasi yang telah dibaca.

Membaca buku memang membutuhkan waktu, tetapi memahami isi bacaan jauh lebih penting daripada sekadar menamatkan banyak halaman. 

Dengan menerapkan beberapa strategi seperti mengenali struktur buku terlebih dahulu, membuat pertanyaan, membaca secara aktif, menjelaskan kembali isi bacaan, mengulang materi, memberi jeda saat membaca, hingga membuat ringkasan, proses membaca dapat menjadi lebih efektif sekaligus membantu informasi bertahan lebih lama dalam ingatan.

Membaca bukanlah perlombaan tentang siapa yang paling cepat menyelesaikan sebuah buku. 

Yang jauh lebih penting adalah seberapa baik seseorang memahami, mengingat, dan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dari bacaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

(MG- Mayumi Cinta Mahesi)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.