TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Pasokan logistik di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) hingga saat ini dipastikan masih aman.
Masyarakat belum perlu khawatir terhadap ketersediaan berbagai kebutuhan pokok maupun material bangunan karena distribusi barang dari luar daerah masih berjalan lancar.
Kondisi tersebut ditopang oleh arus lalu lintas kapal pengangkut logistik yang tetap beroperasi secara normal meski prakiraan cuaca menunjukkan potensi gelombang dan angin kencang dalam sepekan ke depan.
Pantauan TribunBatam.id di Pelabuhan Tarempa, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Sabtu (4/7/2026), memperlihatkan aktivitas bongkar muat berlangsung sibuk.
Kapal milik PT Pelni, KM Logistik Nusantara 4, yang datang dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, tampak bersandar di dermaga untuk menurunkan berbagai muatan logistik.
Suasana pelabuhan sejak pagi dipenuhi lalu lalang pekerja. Bunyi mesin derek berpadu dengan suara kendaraan roda tiga yang hilir mudik mengangkut barang dari area dermaga menuju gudang maupun kendaraan distribusi.
Satu per satu peti kemas dibuka setelah diturunkan dari atas kapal.
Di dalamnya tersusun beragam kebutuhan masyarakat, mulai dari beras, gula, minyak goreng, makanan kemasan, minuman, hingga semen, besi, dan material bangunan lainnya.
Para buruh pelabuhan bergerak cepat memindahkan barang-barang tersebut.
Mereka mengangkat karung, dus, hingga berbagai material ke atas kendaraan Tossa maupun Kaisar roda tiga yang telah berjejer menunggu giliran untuk membawa logistik menuju para agen distributor dan toko di Tarempa.
Anggota Buruh Pelabuhan Tarempa, Gatot, mengatakan aktivitas bongkar muat dalam beberapa hari terakhir tergolong padat.
Menurutnya, kapal yang datang membawa muatan dalam jumlah besar sehingga pekerjaan buruh juga meningkat.
"Beberapa hari ini aktivitas cukup ramai. Barang yang dibongkar banyak, jadi kami juga bekerja hampir seharian untuk menyelesaikan muatan yang masuk," kata Gatot.
Ia menjelaskan, KM Logistik Nusantara 4 merupakan kapal yang memang dikhususkan mengangkut berbagai jenis logistik dari Jakarta menuju sejumlah daerah kepulauan, termasuk Kabupaten Kepulauan Anambas.
"Kalau kapal ini isinya memang logistik dari Jakarta. Hampir semua kebutuhan masyarakat ada di dalamnya, mulai dari bahan pokok sampai bahan bangunan," ujarnya.
Menurut Gatot, kapal tersebut biasanya singgah di Pelabuhan Tarempa satu kali dalam sepekan.
Kedatangannya menjadi salah satu penopang utama distribusi barang ke wilayah Anambas.
Selain kapal dari Jakarta, distribusi logistik juga didukung kapal-kapal kargo lokal yang rutin berlayar dari Pelabuhan Kijang, Kabupaten Bintan, menuju Tarempa.
Jalur tersebut hingga kini masih berjalan normal karena kondisi cuaca dinilai masih memungkinkan untuk pelayaran.
"Syukurlah kapal-kapal dari Kijang juga masih rutin masuk. Selama cuaca masih bisa dilalui, distribusi barang tetap berjalan seperti biasa," katanya.
Gatot menilai kelancaran arus kapal tidak hanya membuat stok logistik masyarakat tetap aman, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap perekonomian para buruh pelabuhan.
"Dengan kapal lancar begini, bukan hanya logistik yang aman, tapi juga membawa dampak ekonomi buat kami para buruh," ucapnya.
Ia menjelaskan, semakin banyak kapal yang bersandar, semakin banyak pula barang yang harus dibongkar.
Kondisi tersebut otomatis menambah kesempatan kerja sekaligus meningkatkan pendapatan para buruh setiap harinya.
"Dalam sehari kalau kapal ramai, saya bisa mendapatkan sekitar Rp300 ribu. Itu sangat membantu untuk kebutuhan keluarga," tutur Gatot.
Namun, keadaan akan sangat berbeda ketika cuaca buruk melanda perairan Anambas.
Gelombang tinggi kerap memaksa kapal menunda pelayaran sehingga aktivitas bongkar muat di pelabuhan ikut terhenti.
"Kalau cuaca buruk dan kapal tidak bisa masuk, kami hanya bisa menunggu di rumah. Harapannya ada satu atau dua kapal yang tetap datang supaya masih ada pekerjaan dan dapur di rumah tetap bisa berasap," tutup Gatot. (TRIBUNBATAM.id/Ihsan Imaduddin)