Kendari (ANTARA) - Kantor Staf Presiden (KSP) menyalurkan bantuan satu bus sekolah serta memberikan tambahan gaji kepada guru honorer di Sekolah Luar Biasa (SLB) Kusuma Bangsa Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).
Staf Khusus Kepala Staf Kepresidenan Amar Maaruf di Kendari, Sabtu, mengatakan bantuan kendaraan operasional ini untuk mendukung mobilitas siswa, mengingat letak sekolah yang berada di kawasan perbukitan Jalan Jambu, Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia.
"Artinya, di sini pemerintah hadir. Setiap pengaduan akan kami respons, apalagi yang sifatnya mendesak. Hari ini kami datang langsung untuk menyerahkan bantuan bus sekolah," katanya.
Dia menyebutkan sebelum adanya bantuan ini, para guru di SLB yang berdiri sejak 2014 tersebut, harus menjemput siswa satu per satu ke rumah menggunakan sepeda motor.
Bahkan sebagian siswa harus dijemput dengan berjalan kaki karena keterbatasan akses.
Selain menyerahkan bus sekolah, KSP berkomitmen meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik di sekolah tersebut. Berdasarkan hasil dialog, dari total 12 guru yang ada, terdapat empat guru honorer yang selama ini menerima honor sekira Rp500 ribu per bulan.
Menyikapi kondisi tersebut, Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman memutuskan memberikan tambahan penghasilan Rp2 juta per orang setiap bulan bagi guru honorer yang belum tersertifikasi.
"Bantuan ini akan diberikan secara berkelanjutan hingga mereka memperoleh sertifikasi profesi," ujar Amar Maaruf.
Dalam kunjungan tersebut, tim KSP juga menyerahkan bantuan peralatan sekolah berupa tas dan buku kepada para siswa.
KSP berencana membangun asrama bagi siswa agar proses pembinaan dapat berjalan optimal, di mana saat ini tim arsitek tengah menyusun desain bangunan.
Ia berharap, dukungan dari pemerintah pusat ini dapat mendorong pemerintah daerah (pemda) semakin peduli terhadap peningkatan fasilitas pendidikan bagi anak-anak penyandang disabilitas.
Seorang guru Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) SLB Kusuma Bangsa Kota Kendari, Sujono Said, menyebut bantuan ini menjadi penyemangat para guru untuk terus mengabdi.
"Bagi kami, mengajar di sini bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga panggilan hati. Dengan adanya tambahan gaji ini, tentu kami semakin termotivasi untuk memberikan pelayanan pendidikan yang lebih baik kepada anak-anak," ujarnya.
Anggota Rembuk Pemuda Sultra, Andi Aswar, menilai langkah cepat KSP sebagai tepat.
Ia berharap, Pemerintah Provinsi Sultra serta Pemerintah Kota Kendari memperkuat kolaborasi guna meningkatkan kualitas pendidikan luar biasa di wilayah tersebut.





