BOLASPORT.COM - Marco Morelli berhasil mengukir momen istimewa bersama timnya dengan dibalut rasa emosional melalui podium pada GP Belanda lalu.
Torehan membanggakan didapatkan Morelli pada pekan lalu ketika dia mengaspal dalam seri GP Belanda yang berlangsung di Sirkuit Assen.
Pada seri ke-10 dalam kalender Moto3 2026 ini, dia berhasil menggenapi akhir pekan sempurna Aspar Team di 'katedral kecepatan' dengan finis di tempat ketiga.
Aspar Team benar-benar tak terbendung setelah andalan utama mereka, Maximo Quiles berhasil meraih kemenangan solid di balapan tersebut,
Murid Marc Marquez tersebut berhasil memenangkan duel epik atas pilar IntactGP David Almansa guna mengamankan kemenangan keenam sepanjang musim ini.
Penampilan yang tidak kalah istimewa juga ditunjukkan Morelli yang mengawali aksinya dari start di urutan ke-4.
Kendati start dari barisan kedua, langkah rider asal Argentina tersebut terbilang tidak mudah di mana dia sempat terlempar ke urutan 10.
Ya, Morelli sempat kewalahan membendung ritme rider-rider di belakangnya, termasuk pembalap Indonesia Veda Ega Pratama.
Andalan Honda Team Asia tersebut berhasil melewati Morelli untuk meramaikan persaingan zona podium usai start dari tempat ke-7.
Veda tak hanya merangsek ke zona podium saja, dia bahkan sempat memimpin lomba meski momen itu tidak bertahan lama.
Usai dilewati Almansa dan Quiles, bakat muda asal Gunungkidul, Yogyakarta tersebut tak bisa menjaga kecepatannya untuk bertahan di zona podium.
Perjuangan Veda berakhir dini usai mengalami crash, meski sempat melanjutkan aksinya dia memilih Kembali ke garasi.
Saat yang bersamaan, Morelli masih berupaya untuk bangkit dengan melewati rival secara perlahan-lahan dan finis di posisi ke-3.
Mendapatkan podium dan menjadi penyempurna akhir pekan timnya membuat Morelli merasa emosional di mana hasil ini sangat penting baginya.
Dia merasa jalannya mendapatkan hasil ini benar-benar berat dengan beberapa pembalap berhasil melewatinya, termasuk Veda.
"Podium ini sangat penting bagi saya dan seluruh tim," kata Morelli, dilansir BolaSport.com dari laman resmi Aspar Team.
"Balapan ini sangat berat, terutama di awal saat saya berusaha menembus posisi terdepan."
"Beberapa lap awal adalah bagian yang paling menyulitkan bagi saya, dan kami berhasil memperbaikinya hari ini," imbuhnya.
Kendala sempat dirasakan oleh Morelli saat kuda besinya mulai kehilangan grip atau daya cengkram di pertengahan lomba di mana itu memaksanya mengubah gaya balap.
"Namun di pertengahan balapan, kondisi ban depan mulai terasa kurang nyaman, ban itu memantul-mantul dan saya kehilangan cengkeraman, terutama di tikungan arah kanan," ucap Morelli.
"Saat itu, saya hanya berusaha bertahan dan mencegah kelompok di belakang mengejar saya."
"Saya berpikir semuanya bergantung pada diri saya sendiri dan saya menyadari bahwa jika saya mengubah gaya membalap, rasanya menjadi lebih baik."
"Saya melakukan penyesuaian dan bisa kembali melaju cepat," tuturnya menambahkan.
Lebih lanjut, Morelli kian termotivasi usai mendapatkan pesan khusus dari Nico Terol yang menjabat sebagai direktur olahraga Aspar Team.
Podium di GP Belanda ini membuat Morelli merasa lega karena mampu menuntaskan pekan-pekan yang sulit yang dia alami di lintasan.
"Hal itu memotivasi saya untuk memberikan yang terbaik dan tidak menyerah, seperti yang selalu dikatakan Nico Terol kepada saya," kata Morelli.
"Hari ini saya menerapkannya dan berhasil meraih podium, saya sangat senang dan ingin berterima kasih kepada seluruh tim yang telah memercayai saya."
"Beberapa akhir pekan terakhir ini memang berat, tetapi podium ini adalah hadiah yang luar biasa," imbuhnya.