– Tifauzia Tyassuma atau dokter Tifa, terdakwa kasus tudingan ijazah palsu mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi), memperkirakan sidang kasusnya akan berlangsung panjang.
Sidang perdana Tifa digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (2/7/2026). Dalam sidang itu jaksa penuntut umum (JPU) menyampaikan dakwaannya.
Menurut JPU, Tifa tidak dapat membuktikan tuduhannya mengenai ijazah Jokowi sehingga tuduhannya itu menyerang kehormatan Jokowi.
“Kalau melihat dari materi-materi dakwaan tadi, berarti sidang ini kemungkinan akan berjalan lama,” kata Tifa kepada wartawan selepas sidang perdana.
“Jadi, saya akan gunakan sidang ini sebagai tempat kuliah saya untuk memberikan penjelasan sejelas-jelasnya terkait dengan ilmu yang saya gunakan untuk melakukan observasi kajian terhadap pertanyaan yang selama 11 tahun ini menjadi pertanyaan yang sangat membebani seluruh masyarakat Indonesia.”
Tifa mengaku senang karena sidang perdananya ditayangkan secara live streaming. Dia menilai sidangnya itu adalah sidang dengan kualitas yang tinggi.
Dia meminta seluruh rakyat Indonesia, termasuk dia sendiri, agar belajar bersama-sama supaya benar-benar mengetahui betapa kompleksnya kasus hukum yang menyandung dokter itu.
“Masalah ini menjadi perhatian bukan hanya seluruh Indonesia, tetapi juga dunia internasional. Tadi saya sudah melihat ada beberapa media internasional,” kata Tifa yang dikerubungi awak media.
Tifa mengklaim ada sejumlah media internasional yang sudah menghubunginya karena menurut dia kasus ijazah Jokowi menjadi skandal terbesar di seluruh dunia. Oleh karena itu, Tifa mengatakan bakal memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya.
Dia mengatakan, berdasarkan penuturan advokatnya, kasus yang disertai dengan 20 saksi bisa memakan 1,5 tahun. Sementara itu, kasus yang menjerat Tifa memiliki jauh lebih banyak saksi.
“Ini 130 saksi ya, 709 dokumen, lebih dari 30 ahli. Kira-kira kalau kita hitung secara probabilitas, akan makan waktu antara 3 sampai 5 tahun,” kata dia.
“Saya dengan senang hati akan bersedia setiap Kamis memberi kuliah di sini kepada kita semua, satu demi satu. Nanti semua jawaban atau penjelasan saksi yang ada di BAP [yang tebalnya] 1,5 meter itu. Nanti kita akan belajar satu lembar demi satu lembar.”