Gunung Merapi Kembali Bergejolak, Belum Ada Hujan Abu di Klaten tapi Warga Diminta Jangan Lengah
Candra Isriadhi July 04, 2026 06:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Aktivitas Gunung Merapi kembali meningkat pada Sabtu (4/7/2026) dini hari.

Gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu terpantau meluncurkan awan panas guguran serta guguran lava pijar berdasarkan hasil pemantauan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

Meningkatnya aktivitas Merapi menjadi perhatian bagi masyarakat yang bermukim di kawasan lereng gunung, termasuk wilayah Kabupaten Klaten yang merupakan salah satu daerah rawan terdampak aktivitas vulkanik Merapi.

KABAR KLATEN - Ilustrasi map Gunung Merapi.
KABAR KLATEN - Ilustrasi map Gunung Merapi. (Dok./ESDM)

Berdasarkan laporan BPPTKG Yogyakarta untuk periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, awan panas guguran memang terdeteksi melalui instrumen pemantauan.

Namun, karena kondisi saat itu, jarak luncur maupun arah guguran tidak dapat diamati secara visual.

Selain awan panas, Merapi juga mengeluarkan guguran lava pijar, meski arah dan jarak luncurnya juga belum bisa dipastikan.

Baca juga: Rumah Angel Lelga Kemalingan, Pelakunya Ternyata ART Sendiri, Topi Branded hingga Vitamin Hilang

"Terjadi Awan Panas Guguran, namun secara visual, jarak dan arah guguran tidak teramati."

"Terjadi Guguran, namun secara visual, jarak dan arah guguran tidak teramati," tulis dalam laporan harian yang dirilis di laman magma.esdm.go.id.

Meski belum ada laporan dampak langsung ke wilayah Kabupaten Klaten, aktivitas vulkanik yang masih tinggi membuat masyarakat, khususnya yang berada di kawasan lereng Merapi, diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti informasi resmi dari BPPTKG maupun pemerintah daerah.

Dalam periode pengamatan yang sama, aktivitas kegempaan Gunung Merapi juga masih tergolong tinggi.

SEPUTAR KLATEN - Aktivitas Gunung Merapi, Rabu (17/6/2026).
SEPUTAR KLATEN - Aktivitas Gunung Merapi, Rabu (17/6/2026). (Tribun Jogja/Magma.esdm.go.id)

BPPTKG mencatat terjadi tiga kali gempa awan panas guguran, 23 kali gempa guguran, serta 18 kali gempa hybrid atau fase banyak.

Sementara itu, secara visual pada Sabtu pagi, puncak Gunung Merapi terlihat cukup jelas.

Asap dari kawah utama teramati berwarna cokelat dengan intensitas sedang hingga tinggi dan membumbung sekitar 25 meter dari puncak.

Baca juga: Sosok Mufli Budi Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Lulusan D3, S1 Tak Selesai

Adapun kondisi cuaca di sekitar gunung dilaporkan cerah dengan angin tenang mengarah ke timur.

Suhu udara berkisar antara 17,3 hingga 17,8 derajat Celsius, kelembapan 51,1 hingga 72 persen, serta tekanan udara 874,5 hingga 917,8 mmHg.

Hingga saat ini belum ada laporan mengenai hujan abu maupun gangguan aktivitas masyarakat di Kabupaten Klaten.

Meski demikian, warga yang tinggal di kawasan rawan bencana Merapi diharapkan tetap waspada terhadap potensi aktivitas lanjutan dan terus memantau perkembangan informasi dari pihak berwenang.

Potensi Bahaya

Sampai saat ini Gunung Merapi masih berstatus Level III atau siaga.

BPPTKG merekomendasi sejumlah hal terkait dengan potensi bahaya Gunung Merapi.

Di antaranya :

  • Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
  • Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
  • Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
  • Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
  • Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar G. Merapi.
  • Penambangan di alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi dalam KRB III direkomendasikan untuk dihentikan.
  • Pelaku wisata direkomendasikan tidak melakukan kegiatan pada daerah potensi bahaya dan bukaan kawah sejauh 5 km dari puncak Gunung Merapi.
  • Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. 

(Tribunnewsmaker.com/TribunJogja.com/HAS)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.