HST Tekan Limbah Makanan Lewat Gerakan Selamatkan Pangan
Ratino Taufik July 04, 2026 07:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mulai mendorong perubahan kebiasaan masyarakat untuk menekan pemborosan makanan yang masih kerap terjadi di lingkungan rumah tangga hingga sektor usaha. Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

Upaya tersebut disampaikan dalam Sosialisasi Gerakan Selamatkan Pangan (GSP) Tahun 2026 yang digelar di Aula Hotel Darul Istiqamah Barabai, Sabtu, (04/07/2026), dengan melibatkan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pelaku usaha kuliner, pengelola hotel, organisasi perangkat daerah, hingga kader PKK Kabupaten HST.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat HST, H Sahruli, yang mewakili Bupati HST Samsul Rizal, mengatakan persoalan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan makanan, tetapi juga cara masyarakat memanfaatkannya secara bijak.

Menurutnya, masih banyak makanan terbuang di tengah kebutuhan masyarakat terhadap pangan bergizi yang terus meningkat. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bersama.

“Gerakan Selamatkan Pangan merupakan upaya membangun kesadaran masyarakat agar lebih menghargai makanan, mengurangi limbah pangan, serta mengoptimalkan potensi pangan lokal,” katanya.

Ia menilai perubahan perilaku masyarakat menjadi salah satu faktor penting agar konsumsi pangan tidak hanya berkualitas, tetapi juga berkelanjutan.

KETUA TP PKK Kabupaten HST Ny Deni Era Samsul Rizal
KETUA TP PKK Kabupaten HST Ny Deni Era Samsul Rizal saat menghadiri dan memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Gerakan Selamatkan Pangan (GSP) Tahun 2026

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten HST Ny Deni Era Samsul Rizal menilai keluarga memiliki peran penting dalam menekan pemborosan makanan.

Ia mengatakan kebiasaan sederhana seperti memasak sesuai kebutuhan, menyimpan bahan makanan dengan baik, hingga memanfaatkan makanan yang masih layak konsumsi dapat menjadi langkah awal yang berdampak besar.

“Yang terpenting bukan hanya kegiatan sosialisasinya, tetapi bagaimana kebiasaan menghemat pangan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Peserta sosialisasi dari SPPG Banua Jingah, Rahmi Hidayat, berharap gerakan tersebut dilanjutkan melalui pendampingan dan pelatihan berkelanjutan.

Menurutnya, penerapan Gerakan Selamatkan Pangan juga perlu diperkuat di lingkungan SPPG maupun sekolah penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis agar tidak berhenti sebatas kampanye.

Melalui gerakan tersebut, Pemkab HST berharap angka pemborosan pangan dapat ditekan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan pangan secara lebih efektif. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene) 
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.