TRIBUN-MEDAN.com, TANJUNGBALAI - Masyarakat dan sejumlah pekerja konstruksi mengeluhkan sulitnya mendapatkan semen di Kota Tanjungbalai. Selain itu, kenaikan harga juga menjadi masalah.
Sutris salah seorang pemborong bangunan rumah menyebut kelangkaan terjadi mulai akhir Juni kemarin. Terlebih, semakin langkahnya semen, maka semakin naiknya harga.
"Kami kemarin belanja itu sekitar tanggal 20an Juni. Itu semen banyak yang kosong. Kemudian, terakhir kami belanja tanggal 1 kemarin, harga semen Garuda udah mencapai Rp 80 ribu," kata Sutris saat dihubungi tribun-medan.com, Sabtu (4/7/2026).
Katanya, kondisi ini berpotensi dapat menghambat pembangunan dan pekerjaan para pemborong dan tukang bangunan kecil.
Sementara Rizal, salah seorang pemilik toko bangunan membenarkan kelangkaan tersebut. Menurutnya, saat ini stok hampir semua diperoleh dari Asahan.
Harga yang semula Rp 50 ribu hingga Rp 55 ribu, kini meroket hingga Rp 80 ribu per saknya.
"Naik semua merk semen. Disini lagi susah semen, kebetulan dapat stok dari Asahan dan harga sedang gila-gilaan," kata Rizal.
Diterangkan Rizal, semen Tiga Roda yang semula harga Rp 68-70 ribu, kini menyentuh harga Rp 90 ribu. Semen merk Garuda yang semula Rp 50 ribu, kini menjadi Rp 80 ribu, semen merah putih yang semula harga Rp 55 ribu, kini harga Rp 80 ribu.
Kenaikan ini belum diketahui pasti apa penyebabnya, namun Rizal mengaku, setiap hari hanya mendapatkan jatah sebanyak 50 sak semen.
(cr2/tribun-medan.com)