Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Alexandro Novaliano Demon Paku
POS-KUPANG. COM, OELAMASI- Rekrutmen anggota Polri Tahun Anggaran 2026 di Polda Nusa Tenggara Timur membawa kabar baik bagi putra-putri daerah.
Kuota Penerimaan Bintara dan Tamtama Polri mengalami peningkatan hingga 110 persen, sehingga membuka peluang lebih besar bagi generasi muda NTT untuk bergabung sebagai anggota Polri.
Hal itu terungkap dalam Sidang Terbuka Penentuan Kelulusan Akhir Seleksi Penerimaan Terpadu Anggota Polri Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin Wakapolda NTT, Brigjen Pol. Faizal, didampingi Irwasda Polda NTT Kombes Pol Enriko Sugiharto Silalahi dan Karo SDM Polda NTT Kombes Pol Dr. Juli Agung Pramono, di Aula Rupatama Polda NTT, Jumat (3/7/2026).
Sidang tersebut dihadiri para pejabat utama Polda NTT, ketua tim seleksi, pengawas internal dan eksternal, serta perwakilan orang tua peserta sebagai bentuk komitmen pelaksanaan rekrutmen yang mengedepankan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis).
Dalam arahannya, Brigjen Pol. Faizal mengungkapkan, berdasarkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA), Polda NTT awalnya hanya memperoleh kuota 72 Bintara Polri pria.
Baca juga: Polda NTT Raih Dua Rekor MURI atas Terapi Kesehatan Mental Massal Berbasis Metode USEFT
Namun setelah dilakukan berbagai upaya dan koordinasi dengan Mabes Polri, kuota tersebut bertambah menjadi 185 orang, terdiri atas 165 Bintara pria dan 20 Polisi Wanita (Polwan).
"Jika mengacu pada DIPA, kuota kita hanya 72 orang. Namun berkat doa, perjuangan Bapak Kapolda NTT bersama seluruh panitia, serta kepercayaan dari Mabes Polri, kuota tersebut bertambah menjadi 165 Bintara pria. Ini merupakan peningkatan sekitar 110 persen yang patut kita syukuri dan jaga bersama," ujar Brigjen Pol. Faizal.
Selain 185 calon Bintara, Polda NTT juga meluluskan 63 calon Tamtama Polri yang terdiri dari 59 Tamtama Brimob dan empat Tamtama Polair.
Menurutnya, tambahan kuota tersebut merupakan bentuk kepercayaan dari Mabes Polri yang harus dijaga dengan menghasilkan personel yang berkualitas dan berintegritas.
"Kepercayaan ini harus kita jaga. Yang lulus hari ini adalah mereka yang telah melalui proses seleksi yang ketat, objektif, dan transparan. Tunjukkan bahwa kalian memang layak menjadi anggota Polri," katanya.
Baca juga: Tim Joint Investigation Polda NTT Bergerak, Dugaan Intimidasi terhadap dr. Icha Diusut
Wakapolda mengingatkan para peserta yang dinyatakan lulus agar tidak larut dalam euforia. Ia menegaskan para calon siswa harus menjaga kesehatan, disiplin, serta menghindari segala bentuk pelanggaran sebelum pendidikan dimulai.
"Jangan euforia berlebihan. Tetap jaga kesehatan, jaga sikap, dan hindari segala bentuk pelanggaran. Apabila sebelum pembukaan pendidikan ada peserta yang melakukan pelanggaran, panitia berhak melakukan evaluasi bahkan mengganti peserta sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.
Ia juga meminta para orang tua terus mendampingi dan mengingatkan putra-putrinya agar mempersiapkan diri menghadapi pendidikan pembentukan.
"Pendidikan pembentukan bukan hal yang mudah. Karena itu saya berharap para orang tua terus mengingatkan anak-anaknya agar menjaga kesehatan, disiplin, dan mempersiapkan mental maupun fisik dengan sebaik-baiknya," ujarnya.
Brigjen Pol. Faizal menjelaskan, seluruh calon siswa yang dinyatakan lulus akan mulai mengikuti pendidikan pembentukan anggota Polri pada 20 Juli 2026 selama kurang lebih lima bulan.
Baca juga: Dugaan Intimidasi terhadap dr. Icha Pakaenoni, Polda NTT Bentuk Tim Joint Investigation
Calon Bintara PTU, Rekpro dan Bakomsus akan mengikuti pendidikan di SPN Polda NTT. Sementara Bintara Intel akan dididik di Pusdik Intel Soreang, Jawa Barat, dan 20 calon Polwan menjalani pendidikan di Sepolwan Lemdiklat Polri, Jakarta.
Adapun 63 calon Tamtama akan mengikuti pendidikan di SPN Polda Kalimantan Selatan dan SPN Polda Daerah Istimewa Yogyakarta sesuai penempatan dari Mabes Polri.
Sementara itu, Karo SDM Polda NTT Kombes Pol Dr. Juli Agung Pramono mengatakan minat masyarakat mengikuti rekrutmen Polri tahun ini cukup tinggi.
Sebanyak 3.483 orang mendaftar secara daring, terdiri dari 2.867 pria dan 616 wanita. Setelah verifikasi administrasi, sebanyak 2.878 peserta dinyatakan memenuhi syarat mengikuti seluruh tahapan seleksi.
Hingga sidang kelulusan akhir, tersisa 276 peserta, yakni 212 calon Bintara dan 64 calon Tamtama. Berdasarkan hasil perangkingan nasional serta kuota yang ditetapkan Mabes Polri, sebanyak 185 calon Bintara dan 63 calon Tamtama dinyatakan lulus.
Menutup arahannya, Wakapolda NTT memberikan semangat kepada peserta yang belum berhasil agar tidak menyerah dan kembali mempersiapkan diri mengikuti seleksi pada tahun berikutnya.
"Jangan menyerah hanya karena belum berhasil tahun ini. Terus belajar, tingkatkan kemampuan, jaga kesehatan, dan persiapkan diri lebih baik lagi. Kesempatan masih terbuka di masa mendatang. Bagi yang lulus, buktikan bahwa kalian layak menjadi insan Bhayangkara yang Presisi dan membanggakan masyarakat Nusa Tenggara Timur," pungkas Brigjen Pol. Faizal.(nov)