Ducati Tanpa Jati Diri Pembalap Italia pada MotoGP 2027, Marquez dan Acosta Disatukan dengan Misi Khusus
Nestri Y July 04, 2026 08:33 PM

MOTOGP.COM
CEO Ducati, Claudio Domenicalli, menginginkan rivalitas sengit di dalam antara Marc Marquez dan Pedro Acosta di MotoGP 2027.

BOLASPORT.COM - CEO Ducati, Claudio Domenicalli, menanggapi kesan tim yang kehilangan identitas memiliki pembalap asal Italia setelah menyandingkan Pedro Acosta dengan Marc Marquez.

Keputusan Ducati merekrut Pedro Acosta untuk bersanding jadi rival setim Marc Marquez terus memunculkan kesan beragam.

Salah satunya adalah kesan tentang Ducati yang kehilangan jati diri untuk memiliki pembalap Italia.

Dengan merapatnya Acosta, tim pabrikan Si Merah Borgo Panigale itu membentu duet Spanyol.

Mendengar tentsng kesan Ducati yang seperti membangun 'timnas' Spanyol, CEO mereka Claudio Domenicalli pun angkat bicara.

Domenicalli menegaskan bahwa mereka punya tujuan khusus mengapa mempertahankan Marquez dan memilih Acosta. 

Pria asal Italia itu menegaskan bahwa timnya ingin membangun tim dengan potensi besar saat ini dan prospek masa depan yang solid.

"Ini dalah bagian dari persaingan dan balapan," kata Domenicalii dikutip Bolasport dari Motosan.

"Dalam dua tahun terakhir, kami membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya untuk meningkatkan motor, sementara yang lain yang memiliki lebih banyak masalah telah menyelesaikannya dan mengejar kami," tuturnya.

Menurut pria berkepala pelontos ini, tim mereka ingin membentuk duet pembalap yang sama-sama lapar gelar dan kemenangan.

Acosta dinilai sedang dalam tahap tepat untuk dinantikan gebrakannya mengingat ia belum berhssil tampil merekah di MotoGP sejak debut pada 2024.

"Kami masih belum melihat pembalap yang berjuang untuk Kejuaraan Dunia."

"Pedro adalah salah satu pembalap muda dengan potensi terbesar, dan kami juga sangat menyukai karakternya di luar lintasan."

"Dia sangat lugas. Saya pikir para penggemar akan segera jatuh cinta padanya, jika mereka belum melakukannya," ucapnya.

Domencialli lantas menjelaskan bahwa semua yang dipilih timnya sudah sesuai dengan visi misi mereka setidaknya dalam dua musim ke depan.

Termasuk tidak melulu harus terpancang memiliki pembalap Italia. Asalkan punya bakat, Ducati bisa merekrut siapa saja pembalap luar Italia.

"Ketika kami membentuk tim resmi, kriteria fundamental pertama adalah performa; kami tidak memilih berdasarkan paspor."

"Kami tidak ingin menciptakan tim all-star Spanyol, kami ingin membentuk sepasang pembalap hebat, dan kami memilih dua orang yang menurut kami akan memberi kami dorongan terbesar," tegasnya.

Memilih Acosta telah membuat Ducati dipastikan tidak menengok opsi pada jagoan mereka di ajamg World Superbike, Nicolo Bulega.

Bulega sempat santer dikabarkan menginginkan tempat di Ducati.

Namun sekarang semuanya sudah terjawab.

"Jelas, kami ingin memiliki pembalap Italia bersama kami, dan itulah mengapa kami berupaya membawa Nicolo Bulega ke MotoGP," katanya.

"Tetapi tim pabrikan bertujuan untuk mencapai puncak: kami ingin memenangkan Kejuaraan Dunia."

"Tanpa ragu, begitu kami memiliki kesempatan untuk memilih antara dua pembalap yang sama-sama berbakat, dan salah satunya adalah orang Italia, kami akan memilih yang Italia," ujarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.