Kondisi YTR Korban Penyekapan Taufik Hidayat Membaik, RSHS Ungkap Mampu Duduk & Aktivitas Ringan
Ramadhan Aji Prakoso July 04, 2026 08:42 PM

- Kondisi YTR, korban dugaan penganiayaan dan penyekapan oleh Taufik Hidayat, berangsur membaik. 

YTR, perempuan asal Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, disekap oleh Taufik Hidayat selama tiga minggu. Tak hanya melakukan penyekapan, Taufik Hidayat juga melakukan penganiayaan berat terhadap YTR hingga korban mengalami cacat permanen.

Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, dr. Fitra Hergyana, menyatakan YTR kini sudah bisa duduk dan mulai beraktivitas, meski masih menjalani masa pemulihan serta menunggu tindakan operasi.

dr. Fitra Hergyana mengatakan tim medis telah melakukan debridement atau pembersihan luka sebagai bagian dari penanganan awal sebelum operasi dilakukan.

"Kemarin Pak Dirut sudah menyampaikan. Alhamdulillah pasien saat ini memang sudah bisa duduk, sudah bisa dapat beraktivitas. Dan juga kita kemarin sudah melaksanakan debridement atau pembersihan luka sambil dengan menunggu operasi. Saat ini memang sedang pemulihan dan sedang menunggu operasi," ujar Fitra, Jumat (3/6/2026).

Meski demikian, kata dr. Fitra Hergyana, tindakan operasi belum dapat dilakukan dalam waktu dekat karena tim medis masih fokus menangani infeksi yang dialami pasien.

"Kita saat ini kan memang masih ada infeksinya. Tadi makanya kenapa steril, begitu setelah infeksinya tertangani kita langsung dilaksanakan," katanya. 

Selain penanganan fisik, tim medis juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis korban yang disebut masih dalam tahap pemulihan.

"Kemarin kan yang pertama adalah kita pembersihan lukanya, dari infeksi-infeksinya, dan juga pemulihan dari psikisnya. Jadi setelah itu ini baru kita ke step-by-step," ucapnya.

Fitra menjelaskan, proses operasi yang akan dijalani YTR tidak cukup dilakukan satu kali. Tim dokter akan mengevaluasi hasil operasi pertama sebelum menentukan langkah penanganan berikutnya.

“Ini juga operasi ini nggak bisa sekali, perlu beberapa kali. Jadi kita melihat adalah bagaimana dari operasi yang pertama, dilihat hasilnya dulu baru sambil melihat perkembangannya semuanya secara komprehensif," katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.