Sokong Ketahanan Energi Nasional, Kilang Pertamina Plaju Perkuat Budaya HSSE dan Sinergi Obvitnas
tarso romli July 04, 2026 09:27 PM

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kilang Pertamina Plaju terus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pilar utama penopang ketahanan energi nasional. Dengan kapasitas pengolahan yang mencapai 120 Thousand Barrels per Stream Day (MBSD/MBPOD), fasilitas hilir migas di Sumatra Selatan ini memegang peran krusial dalam mengamankan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sumatra Bagian Selatan (Sumbagsel).

Sebagai salah satu Objek Vital Nasional (Obvitnas), keandalan operasional Kilang Plaju tidak hanya bertumpu pada kesiapan fasilitas produksi dan pemanfaatan teknologi modern.

Aspek keselamatan kerja melalui budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang kuat serta sinergi lintas sektor menjadi kunci keberlangsungan operasionalnya.

Baca juga: Perkuat Standar HSSE, Kilang Pertamina Plaju Pastikan Operasional Andal Selama Ramadan & Idul Fitri

Komitmen tersebut ditinjau langsung oleh Dewan Komisaris PT Pertamina Patra Niaga dalam agenda Management Walkthrough (MWT) yang digelar di area operasional Kilang Plaju, Sabtu (4/7/2026).

Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Siti Fauziah, menjelaskan bahwa MWT ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi implementasi aspek keselamatan sekaligus memperkuat kolaborasi demi menjaga aset strategis negara.

"Menjaga keandalan kilang sebagai Objek Vital Nasional merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan sinergi seluruh pihak. Kolaborasi yang erat antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan, serta pemangku kepentingan sangat diperlukan agar operasional kilang dapat terus berjalan dengan aman, andal, dan berkelanjutan," ujar Siti Fauziah.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Operasi PT Pertamina Patra Niaga, Didik Bahagia, mengingatkan pentingnya membangun kesadaran (awareness) terhadap aspek HSSE sebagai budaya kerja mutlak yang harus dijalankan tanpa toleransi oleh seluruh insan perusahaan.

"Keandalan operasi selalu diawali dengan budaya HSSE yang kuat. Setiap pekerja memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan dirinya, rekan kerja, fasilitas, serta lingkungan sekitar. Awareness ini harus terus dipelihara agar setiap potensi risiko di lapangan dapat dicegah sejak dini," tegas Didik.

Selain melakukan inspeksi keselamatan di lapangan, agenda MWT ini juga diisi dengan forum diskusi strategis.

Pembahasan berfokus pada penguatan sistem pengamanan siber dan fisik Obvitnas, peningkatan keandalan fasilitas operasi menghadapi cuaca, serta optimalisasi koordinasi pasokan energi nasional yang dinamis.

Melalui langkah mitigasi dan penguatan kolaborasi ini, Kilang Plaju berkomitmen mendukung penuh program Asta Cita Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan kemandirian energi nasional serta menyediakan energi yang andal untuk mendukung pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.

Baca juga: Ajang APQ Awards 2026, Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju Apresiasi Inovasi Pekerja Bernilai Tambah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.