TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Kecelakaan Bus Sugeng Rahayu terjadi di Jembatan Paron, Desa Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.
Bus yang melayani trayek Surabaya-Yogyakarta itu terjun ke sungai usai bertabrakan dengan sebuah truk Fuso dari arah berlawanan.
Akibat kecelakaan tersebut, puluhan penumpang dievakuasi oleh warga dan petugas.
Sebagian besar korban mengalami luka ringan, sementara seorang kernet bus dilaporkan mengalami patah tulang.
Berdasarkan informasi sementara di lokasi kejadian, Bus Sugeng Rahayu bernomor polisi W 7571 UP melaju dari arah timur menuju barat atau menuju Yogyakarta.
Pada saat bersamaan, truk Fuso bernomor polisi S 9687 UR melaju dari arah berlawanan, yakni barat ke timur.
Baca juga: Kesaksian Penumpang Bus Sugeng Rahayu yang Tercebur di Sungai Baron Nganjuk, Sering Ngeblong
Diduga, truk Fuso mengambil jalur kanan atau masuk ke lajur berlawanan sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.
Benturan keras membuat bus kehilangan kendali hingga keluar dari badan jalan dan terbalik ke dalam sungai di bawah Jembatan Paron. Sementara truk Fuso berhenti di badan jalan.
Saat kejadian, bus diketahui membawa sekitar 40 penumpang.
Seorang warga Desa Paron, Sumarsono (45), mengaku mendengar suara benturan keras saat sedang berada di rumah.
"Saat itu saya sedang mandi. Bersamaan saya mendengar suara benturan begitu kencang. Saya buru-buru menuntaskan mandi lalu keluar rumah untuk menelusuri sumber suara benturan," ujarnya.
Rumah Sumarsono hanya berjarak sekitar 15 meter dari lokasi kecelakaan.
Setibanya di lokasi, ia melihat bus sudah berada di dalam sungai, sedangkan truk masih berada di badan jalan.
Sementara itu, warga lainnya, Agus Wibowo (52), mengatakan masyarakat langsung bergotong royong mengevakuasi penumpang yang masih berada di dalam bus.
"Para warga bahu-membahu menyelamatkan penumpang dari dalam bus. Kaca bus dipecah. Satu per satu penumpang dikeluarkan. Saat ini, para penumpang sudah dibawa ke rumah sakit," katanya.
Arus Lalu Lintas Sempat Macet 3 Kilometer
Pasca kecelakaan, arus lalu lintas di Jalan Raya Bagor sempat mengalami kemacetan hingga sekitar 3 kilometer.
Sekitar pukul 14.30 WIB, antrean kendaraan mulai terurai setelah truk Fuso berhasil dievakuasi dari badan jalan.
Sementara itu, hingga proses evakuasi berlangsung, Bus Sugeng Rahayu masih berada dalam posisi terbalik di sungai dan petugas terus melakukan penanganan di lokasi kejadian.
(Danendra Kusuma/TribunMataraman.com)