Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA- Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Belu menggelar Festival Kuliner sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat digitalisasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Belu.
Festival yang berlangsung di alun-alun Kota Atambua ini diikuti sekitar 120 tenan UMKM yang menawarkan beragam kuliner dan produk lokal.
Kegiatan tersebut menjadi ruang promosi bagi pelaku usaha sekaligus mendorong peningkatan transaksi ekonomi masyarakat.
Pembukaan kegiatan ini ditandai dengan pemotongan pita oleh Ketua HIPMI Belu, didampingi jajaran pengurus dan Perwakilan BPD HIPMI NTT.
Baca juga: Pemerintah Temukan 27 Jalur Ilegal ke Timor Leste di Kabupaten Belu
Ketua BPC HIPMI Kabupaten Belu, Mario Tanur, SE, mengatakan festival kuliner merupakan bentuk kontribusi nyata HIPMI dalam mendukung kebangkitan ekonomi daerah, sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Pemerintah Kabupaten Belu.
"Tujuan kegiatan ini sederhana, kami ingin menjadi bagian dari upaya membangkitkan ekonomi di Kabupaten Belu sebagai kontribusi terhadap kebangkitan ekonomi NTT," ujar Mario, saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Sabtu (4/7/2026).
Menurutnya, salah satu yang special dalam festival tahun ini adalah penerapan sistem pembayaran digital. Seluruh pelaku UMKM didorong menggunakan QRIS agar semakin banyak masyarakat yang terbiasa melakukan transaksi secara non-tunai.
"Kami mendorong seluruh UMKM menggunakan barcode QRIS sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah. Kami ingin masyarakat semakin melek digital dalam melakukan transaksi," katanya.
Mario menjelaskan, panitia juga menyiapkan pendampingan bagi pengunjung yang belum terbiasa menggunakan QRIS. Tim HIPMI akan membantu masyarakat melakukan pembayaran digital sehingga seluruh transaksi dapat tercatat dengan baik.
Baca juga: BNPP RI Survei Jalur Tidak Resmi di Perbatasan RI-RDTL Kabupaten Belu
"Masih ada masyarakat yang belum menggunakan QRIS. Karena itu kami menyiapkan tim yang akan mendampingi mereka saat melakukan pembayaran. Dengan begitu seluruh transaksi selama festival dapat dipantau," jelasnya.
Ia mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap festival kuliner cukup tinggi. Kehadiran sekitar 120 tenan menunjukkan semangat para pelaku UMKM untuk terus berkembang dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
Bahkan, dalam penyelenggaraan festival ini, nilai transaksi ekonomi sudah diperkirakan mencapai Rp80 juta hingga Rp100 juta.
"Kami berharap pada malam-malam berikutnya nilai transaksi terus meningkat sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan pendapatan para pelaku UMKM," ujarnya.
Sementara itu, Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Nusa Tenggara Timur (NTT) memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Festival Kuliner yang digelar HIPMI Kabupaten Belu di Kota Atambua.
Baca juga: TPID Kabupaten Belu Temukan Praktik Distribusi Tak Wajar, Harga Minyak Tanah Mencekik
Ketua Bidang BPD HIPMI NTT, Dwiyan Hamka, menilai festival tersebut telah dikemas dengan lebih baik dibandingkan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya. "Pengemasannya luar biasa dan jauh lebih baik dari sebelumnya," ujar Dwiyan Hamka.
Menurutnya, Festival Kuliner HIPMI Belu tidak hanya menjadi wadah promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui peningkatan aktivitas perdagangan dan transaksi.
Karena itu, ia berharap konsep kegiatan yang diterapkan HIPMI Belu dapat menjadi inspirasi bagi seluruh HIPMI di kabupaten dan kota se-NTT.
"Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa dicontoh oleh HIPMI di seluruh NTT. Konsepnya dapat direplikasi karena terbukti mampu membantu menggerakkan ekonomi masyarakat," katanya.
Dwiyan juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran BPC HIPMI Belu yang dinilai berhasil menghadirkan sebuah festival kuliner yang mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Ia berharap Festival Kuliner HIPMI Belu dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan dalam mendukung pengembangan UMKM serta pertumbuhan ekonomi daerah. (gus)