Inggris-Prancis Siap Kirim Pasukan ke Selat Hormuz, Iran Beri Peringatan Keras
Ansari Hasyim July 04, 2026 09:40 PM

 

SERAMBINEWS.COM – Inggris dan Prancis menyatakan siap mengerahkan misi militer multinasional untuk mengamankan pelayaran di Selat Hormuz, meski Iran berulang kali memperingatkan agar tidak ada kehadiran militer asing di jalur pelayaran strategis tersebut.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis Jumat (3/7/2026), Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan Selat Hormuz memiliki peran vital bagi perekonomian dunia.

"Selat Hormuz adalah arteri penting bagi perekonomian global. Memulihkan transit yang aman bagi kapal-kapal semua negara melalui selat ini merupakan masalah yang menjadi perhatian global," demikian isi pernyataan kedua pemimpin tersebut.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk, menyusul sikap tegas Iran yang menolak keterlibatan militer negara-negara di luar kawasan.

Baca juga: Iran Ancam Kembali Berperang Jika AS Ingkar Janji, Minta tak Campuri Selat Hormuz

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menegaskan Selat Hormuz bukan tempat bagi kekuatan ekstra-regional untuk menunjukkan kekuatan militernya.

"Selat Hormuz bukanlah panggung bagi kekuatan ekstra-regional untuk menampilkan kekuatan militer. Sebagai kekuatan yang bertanggung jawab dan penjamin keamanan di selat tersebut, Iran memperingatkan terhadap aktivitas militer apa pun di jalur air sensitif ini," tulis Gharibabadi melalui akun X.

Sebelumnya, Sabtu (4/7/2026), Gharibabadi juga menegaskan keamanan Selat Hormuz merupakan tanggung jawab negara-negara pesisir yang berbatasan langsung dengan jalur pelayaran tersebut.

Menurutnya, pihak-pihak yang memicu ketegangan di kawasan harus siap menanggung konsekuensi dari tindakan mereka sendiri.

Di tengah meningkatnya tensi, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengungkapkan bahwa Iran dan Oman telah menyusun mekanisme bersama untuk mengelola navigasi di Selat Hormuz.

Ia menegaskan mekanisme tersebut tidak akan melibatkan Amerika Serikat.

Menurut Ghalibaf, kesepakatan yang disusun bersama Muscat berdasarkan Pasal Lima Nota Kesepahaman Iran-AS kini telah memasuki tahap implementasi.

Iran juga akan berkoordinasi dengan negara-negara Teluk lainnya yang berbatasan dengan Selat Hormuz saat mekanisme tersebut mulai dijalankan.

Ghalibaf turut menuding Israel berupaya menggagalkan nota kesepahaman itu. Meski demikian, ia optimistis kemampuan pencegahan Iran bersama negara-negara kawasan dapat mencegah pecahnya konflik baru.

Sementara itu, Penjabat Menteri Pertahanan Iran, Brigadir Jenderal Majid Ebn al-Reza, menegaskan militer Iran tetap berada dalam kondisi siaga penuh.

Ia memperingatkan bahwa setiap pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata akan mendapat respons cepat dari Teheran.

"Tidak ada keraguan bahwa kami akan mengambil tindakan yang tepat dan diperlukan jika terjadi pelanggaran terhadap ketentuan gencatan senjata," tegas Ebn al-Reza.

Ia kembali mengingatkan agar kekuatan non-regional tidak memanfaatkan situasi di Selat Hormuz, seraya menegaskan Iran siap mengambil langkah yang dianggap perlu untuk menjaga keamanan kawasan.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.