SERAMBINEWS.COM – Pemerintah Israel memberikan sinyal kuat akan membangun kembali permukiman Yahudi di Jalur Gaza utara, sebuah langkah yang diperkirakan memicu kecaman internasional di tengah perang genosida yang telah berlangsung hampir tiga tahun.
Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan rencana pembangunan tiga permukiman baru di Gaza utara. Menurutnya, rencana tersebut tinggal menunggu persetujuan dari Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
"Kementerian telah menyiapkan rencana untuk tiga permukiman di Gaza utara. Yang dibutuhkan sekarang hanyalah lampu hijau dari perdana menteri," kata Smotrich kepada wartawan, Senin.
Sehari kemudian, Netanyahu memberikan respons yang dinilai sebagai sinyal positif terhadap rencana tersebut. Dalam wawancara dengan media sayap kanan Israel, Channel 14, ia tidak menutup kemungkinan pembangunan permukiman di wilayah Gaza.
Baca juga: Washington Khawatir Israel Bunuh Tokoh Kunci Perundingan Iran
Saat ditanya mengenai kemungkinan pembangunan permukiman baru, Netanyahu menjawab, "Pertanyaannya adalah apakah Anda lebih suka melakukan atau berbicara. Dan ya, saya memilih untuk tidak membahasnya."
Pernyataan itu dinilai sebagai indikasi bahwa pemerintah Israel tengah mempertimbangkan langkah konkret untuk menghidupkan kembali permukiman Yahudi di Jalur Gaza.
Pengamat politik Israel sekaligus profesor di Queen Mary University of London, Neve Gordon, menilai pernyataan Smotrich bukan sekadar retorika politik.
"Ada dorongan yang nyata dan konsisten dari sebagian besar kekuatan politik Israel untuk memukimkan kembali Jalur Gaza," ujarnya.
Rencana tersebut diperkirakan akan memicu kontroversi karena permukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur selama ini dinilai ilegal menurut hukum internasional.
Di sisi lain, ketegangan juga kembali meningkat di Tepi Barat yang diduduki.
Insiden bermula ketika sejumlah pemukim Israel memasuki pinggiran desa dan diduga mencuri empat ekor domba milik warga.
Kepala Dewan Desa Umm Safa, Marwan Sabbah, mengatakan warga kemudian menghadang para pemukim. Tak lama berselang, pasukan Israel tiba di lokasi dan melepaskan tembakan ke arah penduduk, menyebabkan tiga orang terluka.
Sejak perang di Gaza dimulai pada Oktober 2023, sedikitnya 1.179 warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 12.532 lainnya terluka dalam serangan pasukan maupun pemukim Israel di wilayah Tepi Barat yang diduduki.(*)