TRIBUNNEWSSULTRA.COM - Presenter Ruben Onsu sedang berjuang untuk bisa mendapatkan hak asuh kedua putrinya, Thalia dan Thania.
Hal ini tak lain, karena dirinya merasa susah bertemu dengan kedua anaknya.
Tak hanya itu, Ruben juga menyoroti dugaan eksploitasi anak yang dilakukan Sarwendah saat bekerja.
Salah satu hal yang disorotinya adalah ketika anak-anaknya turut ikut serta dalam live streaming ibunya menjual sebuah produk.
Terlebih, ada pria yang saat ini juga dekat dengan Sarwendah, ikut dalam live tersebut.
Ruben juga kesulitan bertemu dengan dua putrinya selama enam bulan terakhir.
Baru-baru ini, Ruben sempat bertemu saat dirinya hendak berangkat umrah pada bulan Juni 2026 lalu.
Pertemuan tersebut mendadak.
Saat itu Ruben berjalan di bandara, tetiba dari jauh, Sarwendah memanggilnya.
Di sanalah, Ruben melihat dua putri kecilnya ikut bersama ibunya.
Baca juga: Babak Baru Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah, Siap Gugat Hak Asuh, Geram soal Eksploitasi Anak
Namun, pertemuan tersebut terkesan berbeda.
Dua anaknya pun tidak seceria dulu menyambut Ruben Onsu.
Belum pulang dari umrah, Ruben pun langsung melayangkan gugatan.
Gugatan ini didaftarkan Ruben tepat satu hari sebelum kepulangannya ke Indonesia usai menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci.
Namun di balik gugata itu, Ruben pun siap cabut gugatan hak asuh anak jika kesepakatan terpenuhi.
Hal itu disampaikan oleh kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang baru-baru ini.
Dikutip dari Grid.id, Ruben Onsu resmi mendaftarkan gugatan hak asuh anak di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada akhir Juni 2026.
Ruben menggugat hak asuh anak lantaran menginginkan adanya legalitas kuat terkait haknya untuk berkumpul bersama anak-anak secara rutin tanpa adanya hambatan.
Adapun sidang perdana gugatan hak asuh anak itu akan dilakukan pada (15/07/2026).
"Makanya kemarin tanggal 30 Juni 2026, kami sudah mendaftarkan gugatan hak asuh anak itu melalui kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dan sudah diberi nomor register 756. Dan sidang perdananya akan dilakukan pada tanggal 15 Juli 2026," ucap Minola melansir dari Kompas.com.
Meski demikian, Ruben Onsu siap cabut gugatan hak asuh anak jika ada syarat yang dipenuhi. Adapun syarat yang dimaksud adalah sebuah kesepakatan damai dengan pihak Sarwendah.
"Kalau mekanismenya itu kan memang harus ada mediasi," kata Minola Sebayang saat diwawancarai melalui zoom, Jumat (3/7/2026) melansir TribunSeleb.com.
Minola menjelaskan gugatan hak asuh anak tak perlu dilanjutkan apabila proposal perdamaian yang diajukan pihak Ruben diterima oleh pihak Sarwendah dan disahkan oleh pengadilan.
"Kalau misalnya proposal mediasi kami itu diterima oleh pihak S dan kemudian merupakan produk pengadilan bahwa gugatan tidak diteruskan karena ada kesepakatan damai para pihak yang poinnya adalah misalnya sesuai dengan proposal yang diajukan."
"Ya tidak jadi masalah kalaupun misalnya gugatannya itu dicabut gitu," ujarnya.
Kendati begitu, pihak Ruben ingin kesepakatan itu berkekuatan hukum. Selain itu, kesepakatan itu benar-benar dilakukan oleh kedua belah pihak.
"Tapi paling tidak sudah ada produk hukum lah yang mengatur tentang hal itu yang dikeluarkan oleh pihak pengadilan," ucap Minola Sebayang sebut Ruben Onsu siap cabut gugatan hak asuh anak.
Sarwendah dan mantan suaminya, Ruben Onsu belakangan ini ramai menjadi sorotan publik. Hal itu karena keduanya berselisih soal urusan pembagian hak asuh anak hingga uang nafkah senilai Rp200 juta. Meski sudah bercerai keduanya saling sindir di media sosial.
Bahkan, masalah itu berbuntut panjang hingga Sarwendah minta maaf ke publik. Walau sempat dikabarkan hendak mediasi, namun Ruben Onsu kini resmi menggugat hak asuh anak-anaknya.
"Sebenarnya kan sudah final, hanya pelaksanaannya saja yang tidak sesuai dengan apa yang sudah disepakati."
"Dua sampai tiga hari anak-anak harusnya berkumpul dalam seminggu bersama dengan Ruben,” ujar Minola Sebayang kepada awak media melalui Zoom meeting, Jumat (3/7/2026).
"Di dalam gugatan kami, kami juga menyampaikan terkait dengan masalah anak-anak ini patut diduga berada dalam lingkungan yang tidak aman ya,” terang Minola Sebayang.
"Adanya dugaan eksploitasi anak, anak yang dilibatkan dalam live TikTok di malam hari dan juga ada hal-hal lain yang tidak seharusnya itu dialami oleh anak yang masih di bawah umur."
"Itu yang menjadi materi gugatan kami,” tutup Minola Sebayang. (*)
(TribunnewsSultra.com/Desi Triana)(Grid.id)