Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Jafaruddin I Aceh Utara
SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Tim gabungan resmi menghentikan operasi pencarian Muhammad Ilham (17), remaja asal Gampong Meunasah Rayeuk LB, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara, yang dilaporkan hilang di kawasan wisata Air Terjun Tujuh Bidadari, Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara.
Meski operasi resmi ditutup, pemantauan terhadap kemungkinan ditemukannya korban tetap dilakukan.
Komandan Satuan Tugas (Satgas) SAR Aceh Utara, Reza kepada Serambinews.com, Sabtu (4/7/2026), mengatakan penghentian operasi dilakukan setelah pencarian berlangsung sesuai dengan prosedur operasi standar (SOP) yang berlaku.
"Sebelum operasi pencarian dan evakuasi ditutup, kami sudah berkoordinasi dengan pimpinan BPBD Aceh Utara serta pihak keluarga korban.
Pencarian sudah kami laksanakan sesuai SOP dan keluarga juga telah memahami keputusan tersebut," kata Reza.
Ia menegaskan, meski operasi resmi dihentikan, tim SAR tetap akan melakukan pemantauan.
Baca juga: Pencarian Remaja Hilang di Air Terjun Tujuh Bidadari Dihentikan Setelah 10 Hari, Keluarga Pasrah
Apabila masyarakat menemukan keberadaan korban, baik dalam kondisi selamat maupun meninggal dunia, tim SAR akan segera melakukan evakuasi.
"Operasi pencarian memang sudah ditutup, tetapi kami masih terus memantau. Jika ada informasi dari masyarakat mengenai korban yang belum ditemukan, kami akan segera menindaklanjutinya," ujarnya.
Reza juga mengimbau masyarakat yang berencana melakukan pendakian maupun berwisata ke kawasan alam agar lebih memperhatikan aspek keselamatan dengan menyiapkan perlengkapan yang memadai sebelum berangkat.
"Kami mengimbau masyarakat yang melakukan pendakian atau rekreasi di kawasan alam agar mempersiapkan perlengkapan keselamatan dengan baik sehingga dapat meminimalkan risiko saat beraktivitas," katanya.
Sebelumnya, Muhammad Ilham dilaporkan hilang sejak Sabtu (20/6/2026) saat menuju kawasan wisata Air Terjun Tujuh Bidadari bersama rekannya, Muhammad Dzuhdi (19).
Keduanya merupakan santri dari dua dayah berbeda di Aceh Utara.
Baca juga: VIDEO - Touring Wisata, Dandim Aceh Utara Jelajahi Destinasi Wisata Air Terjun Tujuh Bidadari
Operasi pencarian yang melibatkan Basarnas, BPBD Aceh Utara, TNI, Polri, relawan, masyarakat, serta keluarga korban berlangsung selama 10 hari.
Dalam proses tersebut, tim gabungan berhasil menemukan Muhammad Dzuhdi pada Jumat (26/6/2026) di aliran Krueng Suak, sekitar 200 meter dari jalur menuju lokasi wisata, dalam kondisi meninggal dunia.
Sementara itu, hingga operasi pencarian berakhir, Muhammad Ilham belum berhasil ditemukan.
Pihak keluarga bersama aparatur Gampong Meunasah Rayeuk LB juga telah ikut membantu proses pencarian sejak hari pertama, bahkan bermalam di sekitar lokasi untuk mendukung upaya tim gabungan.
Hingga kini, penyebab pasti hilangnya kedua remaja tersebut masih belum diketahui.
Dugaan sementara keduanya mengalami musibah saat melintasi kawasan Krueng Suak menuju objek wisata Air Terjun Tujuh Bidadari. (*)