Kronologi Puluhan Pemuda Menyerang 4 Orang di Pati, Terekam CCTV
rival al manaf July 05, 2026 12:56 AM

TRIBUNJATENG.COM, PATI - Kronologi 4 orang di Pati diserang puluhan pemuda terungkap dalam rekaman CCTV.

Video yang direkam kamera pengawas itu menangkap momen aksi penyerangan brutal oleh puluhan pemuda.

Peristiwa itu terjadi di Desa Ketitangwetan, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. 

 

Baca juga: Program Speling Hadir di Banyumas, Ratusan Warga Antre Periksa Kesehatan Gratis

Baca juga: Dari Banyumas, Gus Yasin Tegaskan Peran Strategis Pendidikan Agama

Insiden yang terjadi pada malam hari tersebut mengakibatkan empat orang warga mengalami luka-luka, di mana satu di antaranya harus dilarikan ke Puskesmas akibat cedera serius di bagian kepala. 


Aksi anarkis kelompok yang diduga berasal dari desa tetangga ini sempat terekam kamera pengawas (CCTV) dan kini viral di media sosial.


Dalam rekaman CCTV yang beredar luas, terlihat sekelompok pemuda merangsek masuk ke area pemukiman dengan membawa kayu, besi, dan batu. 


Mereka tidak hanya merusak sejumlah kendaraan bermotor milik masyarakat setempat, tetapi juga menyerang warga yang berada di lokasi secara membabi buta.


Kepala Desa Ketitangwetan, Ali Muntoha, mengonfirmasi bahwa insiden mencekam tersebut berlangsung sekitar pukul 23.30 WIB, Jumat (3/7/2026).


Dari empat warganya yang menjadi korban, tiga orang mengalami luka memar, sementara satu korban bernama Alif harus mendapatkan perawatan intensif akibat luka serius di kepala.


"Kami berharap aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut karena aksi serupa telah beberapa kali terjadi dan menimbulkan keresahan masyarakat," ujar Ali saat memberikan keterangan, Sabtu (4/7/2026).


Suasana mencekam saat kejadian turut digambarkan oleh Pardi, salah seorang saksi mata di lokasi. 


Ia mengungkapkan bahwa penyerangan tersebut berlangsung sangat cepat ketika sekelompok pemuda memasuki desa, merusak sepeda motor, dan memukul warga. 


Hingga saat ini, motif di balik penyerangan tersebut masih misterius dan belum diketahui secara pasti.


Keganasan para pelaku juga dirasakan langsung oleh Nur Dwi Lestari, salah satu korban yang saat itu sedang berada di luar rumah bersama adiknya. 


Nur menceritakan bahwa dirinya spontan berusaha melerai ketika melihat sang adik dikeroyok secara brutal.


"Namun, saya justru ikut menjadi sasaran pemukulan hingga mengalami luka cakar, serta memar dan bengkak pada bagian mulut," ungkap Nur.


Kasus penyerangan ini kini telah resmi dilaporkan ke Polsek Batangan untuk ditindaklanjuti. 


Warga sangat berharap pihak berwajib dapat segera menangkap para pelaku dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.


Terpisah, Kapolsek Batangan AKP M. Setiawan mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dari pihak korban.


Pihak kepolisian pun langsung memeriksa para saksi serta mengirimkan surat permintaan keterangan visum ke Puskesmas. (*(

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.