SURYA.CO.ID, SURABAYA - Puluhan penumpang menjadi korban dalam kecelakaan Bus Sugeng Rahayu bernopol W 7571 UP di Jalan Raya Bagor, Desa Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur hari ini, , Sabtu (4/7/2026).
Bus terjun bebas ke dalam sungai setelah terlibat aksi kejar-kejaran dan ujungnya bersenggolan dengan truk dari arah berlawanan.
Tercatat ada 27 penuimpang bus yang jadi korban dan dilarikan ke rumah sakit.
Baca juga: Bus Sugeng Rahayu Nyemplung Sungai di Nganjuk, Usai Bertabrakan dengan Truk
Pihak berwajib langsung bergerak cepat mengevakuasi para korban dan melakukan olah TKP di lokasi kejadian.
Sebanyak 27 orang dilaporkan menderita luka-luka akibat kecelakaan beruntun itu dan harus mendapatkan perawatan intensif di dua rumah sakit berbeda.
Perwakilan Jasa Raharja, Muhammad Rifan Hadinata mengatakan pihaknya bersama Satlantas Polres Nganjuk melakukan pendataan jumlah korban.
Berdasarkan data tersebut, 14 korban dilarikan ke RSUD Nganjuk dan 13 korban lainnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk.
"Kebanyakan korban luka ringan. Tapi masih menunggu info rumah sakit terkait detail luka-lukanya. Kami pastikan penumpang bus yang jadi korban dalam jaminan Jasa Raharja," tutupnya menjelaskan nasib para korban luka.
Aksi ugal-ugalan armada bus ini dibongkar habis oleh para penumpang yang menjadi korban selamat.
Nurul (32), salah satu penumpang asal Surabaya yang duduk tepat di belakang kemudi bersama anaknya menceritakan betapa mengerikannya cara berkendara sang sopir sepanjang perjalanan.
"Bus ngebut atau ngeblong sejak dari Surabaya. Seperti tidak mau mengalah. Tidak mau kalau ada kendaraan lewat di samping atau menyalipnya. Saya waswas," ujar Nurul saat ditemui di IGD RSUD Nganjuk , Sabtu (4/7/2026).
Petaka terjadi di lokasi kejadian yang jalannya agak menikung, saat bus nekat menerobos kanan meski ada truk dari arah depan hingga akhirnya banting setir ke kiri dan masuk sungai.
Baca juga: Sempat Sakit Saat di Tanah Suci, Jemaah Haji Nganjuk Tutup Usia Setibanya di Indonesia
Ketegangan di dalam kabin bus saat detik-detik kecelakaan digambarkan sangat mencekam.
Guncangan hebat membuat para penumpang panik dan berteriak histeris ketika bus menghantam pembatas jalan sebelum akhirnya terperosok ke sungai.
Penumpang lainnya, Totok (53), yang mengoperasikan perjalanan bersama anak dan istrinya menuju Ngawi, mengaku merasakan guncangan yang luar biasa dahsyat.
"Rasanya di dalam bus kayak dikopyok atau diguncang-guncang. Saat nyebur ke sungai penumpang terpelanting, ada yang di bawah kursi sampai atap bus. Saya dan keluarga menderita luka," urainya sedih.