TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Data makro yang dipaparkan dalam kegiatan Multi-Stakeholder Forum (MSF) Pengentasan Kemiskinan mengungkapkan terdapat sekitar 10.467 desa berstatus sangat tertinggal.
Sementara puluhan ribu desa rawan bencana, serta mayoritas desa yang belum mandiri secara ekonomi maupun fasilitas kesehatan.
Direktur Eksekutif Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI), Rully Amrullah, mengatakan, kondisi itu menunjukkan besarnya tantangan yang masih harus dihadapi dalam upaya pengentasan kemiskinan di tingkat desa.
"Potensi-potensi besar inilah yang berusaha kami jahit melalui kolaborasi lintas sektor antara FOZ, PFI, HFI, PSI Agro, dan Global Compact, baik dalam aspek pendanaan, riset, hingga implementasi," ujar Rully.
Hal itu disampaikan Rully dalam Workshop Transisi Menuju Implementasi Program Pengentasan Kemiskinan di Jakarta. Meski demikian, menurutnya desa juga memiliki potensi besar untuk menjadi motor pembangunan.
Selain itu, terdapat Dana Desa yang mencapai Rp71 triliun dan sekitar 146.876 industri kecil dan mikro yang menjadi modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, MSF menerapkan strategi co-creation atau ko-kreasi program yang disusun berdasarkan persoalan di lapangan dan diselaraskan dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Baca juga: Pansus Reforma Agraria Rapat Perdana, Pimpinan DPR Soroti Ribuan Desa Tertinggal di Kawasan Hutan
Sekretaris Umum Forum Zakat (FOZ), Udhi Tri Kurniawan, mengatakan pengentasan kemiskinan tidak dapat diselesaikan hanya melalui diskusi, tetapi membutuhkan implementasi nyata di lapangan.
"MSF menggagas skema yang sebenarnya tidak mudah, tapi kita harus lakukan dan implementasikan. Dengan kondisi yang sekarang, maka permasalahan kemiskinan bukan hanya bahasan diskusi di atas kertas, namun juga penyelesaian yang konkret," kata Udhi.
Baca juga: Cak Imin Beberkan Alasan Banyumas Dipilih sebagai Model Pengentasan Kemiskinan
Menurutnya, keberhasilan pengentasan kemiskinan sangat bergantung pada kemampuan seluruh pemangku kepentingan untuk mengesampingkan ego sektoral dan memperkuat kolaborasi.
MSF merupakan forum kolaborasi yang digagas oleh Forum Zakat (FOZ), Perhimpunan Filantropi Indonesia (PFI), dan Humanitarian Forum Indonesia (HFI).