Mantan Pemain Gagal Wolves, Jhon Arias Jadi Pahlawan Saat Kolombia Kalahkan Ghana dan Amankan Tiket ke 16 Besar Piala Dunia
Rina Kusumawati July 05, 2026 03:53 AM

Kolombia memastikan langkah mereka ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Ghana dalam laga yang berlangsung di tengah cuaca panas di Kansas City. Gol tunggal dari Jhon Arias menjadi pembeda, ketika Los Cafeteros berhasil melewati pertandingan yang keras secara fisik untuk menjaga asa mereka di turnamen ini tetap hidup.

Arias mencetak gol yang memastikan Kolombia melaju ke babak selanjutnya dengan kemenangan tipis 1-0 atas Ghana di Stadion Kansas City. Arias mencetak gol penentu di babak pertama, dan pasukan asuhan Nestor Lorenzo berhasil mempertahankan keunggulan mereka hingga akhir untuk menyingkirkan The Black Stars.

Pertandingan mengalami perubahan cepat di awal ketika Jhon Cordoba mengalami cedera pangkal paha dan harus digantikan. Penggantinya, Luis Suarez, langsung memberikan dampak pada menit ke-14 setelah menerima umpan dari Daniel Munoz dan mengirimkan umpan silang rendah ke kotak penalti yang disambut Arias untuk menaklukkan Lawrence Ati Zigi. Ghana berusaha keras mencari gol penyeimbang di babak kedua, namun pertahanan disiplin Kolombia terlalu sulit ditembus, membuat Los Cafeteros mempertahankan kemenangan penting tersebut.

Lorenzo menjelaskan pergantian pemain yang menjadi kunci. Pelatih Kolombia, Nestor Lorenzo, mengungkapkan bahwa kondisi beberapa pemain yang tidak fit memengaruhi keputusannya setelah Cordoba ditarik keluar karena cedera pangkal paha.

“Ada beberapa pemain yang menunjukkan gejala flu, dan kami memperkirakan mereka akan mengalami kelelahan lebih cepat,” ujar Lorenzo sebagaimana dikutip oleh ESPN. “Namun pada saat itu, pergantian tersebut bersifat taktis.”

Pemain sayap Bayern Munich, Luis Diaz, mengingatkan rekan-rekannya agar tidak terlalu percaya diri meski sudah lolos ke fase gugur. Ia mengatakan, “Kami belum memenangkan apa pun. Pertandingan-pertandingan ini sangat sulit. Semua laga yang kami lihat berlangsung ketat. Hal baiknya adalah kami bermain sangat bagus, merasa nyaman, kami seperti keluarga, kami bekerja sebagai tim, dan itu akan membantu kami menghadapi pertandingan berikutnya.”

Kondisi panas ekstrem menguji batas fisik para pemain. Meskipun pertandingan berlangsung kompetitif, lawan utama bagi kedua tim adalah panasnya cuaca di Missouri. Suhu mencapai 88 derajat Fahrenheit dengan indeks panas hingga 96, menciptakan kondisi yang hampir berbahaya dan memaksa wasit memberlakukan jeda minum wajib sepanjang pertandingan.

Jeda tersebut, yang sering kali menjadi perdebatan karena dapat memengaruhi ritme permainan, kali ini disambut baik oleh kedua tim. Para pemain terlihat berjuang melawan dehidrasi dan kram otot. Dampak fisik terasa jelas di kuarter akhir pertandingan, ketika tempo permainan melambat secara signifikan.

Kolombia kini akan menghadapi Swiss di Vancouver untuk memperebutkan tempat di perempat final Piala Dunia. Pasukan Lorenzo berharap performa disiplin yang sama dapat membawa mereka melangkah lebih jauh setelah berhasil melewati ujian berat melawan Ghana. Dengan kondisi Cordoba yang kini menjadi perhatian akibat cedera yang dideritanya, tim akan menantikan kabar terbaru mengenai kebugarannya sebelum laga berikutnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.